Berita Pagaralam

Kelanjutan Terdakwa Narkoba Divonis Bebas di Pagaralam, Kuasa Hukum Lapor Balik

Terdakwa kasus Narkoba Divonis Bebas Hakim di Pagaralam kini melaporkan balik atas dugaan penganiayaan.

SRIPOKU/WAWAN
Terdakwa kasus dugaan penyalagunaan Narkoba di Pagar Alam Jeri Fernando bersama kuasa hukumnya Etal Pargas SH MH dan Vicky Seven Brando SH usai Menjalani Persidangan di PN Pagaralam, Rabu (27/7/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Terdakwa kasus narkoba divonis bebas di Pagar Alam lalu terus berlanjut.

Jeri Fernando terdakwa dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu yang divonis bebas Pengadilan Negeri (PN) Kota Pagaralam melaporkan oknum polisi yang menangkapnya.

Hal itu disebabkan karena Jeri Fernando mengalami cacat pasca mengalami luka tembak di kakinya.

Kuasa Hukum Jeri Fernando, Etal Pargas SH MH menegaskan telah mengambil langkah melapor balik dengan dugaan tindak pidana penganiyaan dalam penangkapan kliennya oleh petugas kepolisian.

Dugaan penganiayaan saat melakukan penangkapan dan penembakan yang menyebabkan kliennya cacat seumur hidup karena luka tembak di kaki.

Laporan tersebut tertuang dalam surat tanda terima laporan dengan Nomor: STTLP/B-153/X/2021/SPKT Polres Pagar Alam.

Selain melaporkan oknum polisi tersebut,  tim kuasa hukum juga mengirimkan  surat perlindungan hukum kepada Kapolri dan ditembuskan ke Presiden RI, Kemenpolhukam, LPSK, Kompolnas, Irwasum Polri, Kadiv Propam Polri dan Kapolda Sumsel.

Tak hanya itu kuasa hukum juga melaporkan dugaan kasus dugaan penganiayaan tersebut ke Mabes Polri guna untuk meminta keadilan terhadap kliennya. 

"Alhamdulillah laporan yang kami ajukan ditindaklanjuti oleh Polres Pagar Alam dengan memfasilitasi gelar perkara pada tanggal 1 september 2022, bertempat di gedung Widodo Budidarmo atau Ditreskrimum  Polda Sumatera Selatan (Sumsel) ,terhadap laporan dugaan tindak pidana penganiayaan nomor STTLP/B-153/X/SPKT/Polres Pagar alam, yang di lakukan oleh salah satu oknum Satres narkoba Polres Pagar Alam, atas luka tembak yang di alami oleh klien kami Jeri Fernando dan menyebabkan cacat seumur hidup, dan luka tembak yang di alami klien kami Kashar Desi," katanya, Jumat (2/9/2022) 

Menurutnya, sebelumnya dalam sidang aquo, terbukti adanya kriminalisasi yang di alami oleh klien kami jeri fernando berdasarkan fakta persidangan dikuatkan oleh putusan sidang Pengadilan Negeri Kota Pagar Alam dengan nomor 23/Pid.Sus/2022/PN.pga.

"Dengan proses gelar perkara ini, kami berharap, Polda Sumsel bisa bertidak secara obyektif, transparan, demi terwujudnya Hukum yang berkeadilan," harapnya.

Tak hanya itu pihaknya berharap juga berharap tidak ada lagi kriminalisasi untuk kedepannya, dan bisa menjaga marwah Polri sebagai pengayom masyarakat.

 

Jeri Ditahan 5 Bulan 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved