Berita Lubuklinggau
Antrean Pertalite dan Solar di SPBU Makin Panjang, Ini Solusi Pemkot Lubuklinggau
antrian panjang mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar terus terjadi di SPBU Kota Lubuklinggau.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Masyarakat Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar.
Pantauan Tribunsumsel.com, di lapangan beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Lubuklinggau yang menyediakan BBM Pertalite dan solar terjadi antrian panjang.
Seperti di SPBU Dodo City antrian kendaraan mengantri Pertalite dan solar mengular hingga satu kilometer lebih setiap pagi.
Antrian kendaraan di SPBU ini hingga memakan bahu jalan dan menimbulkan kemacetan karena antrian nyaris memakan separuh badan jalan.
Hal yang sama pun terjadi di SPBU Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat II antrian pun mengular panjang dan kadang menutup akses keluar masuk menuju rumah warga.
Parahnya, dari banyaknya kendaraan roda dua yang mengantri, terlihat beberapa kendaraan yang diduga milik pengecer.
Hal itu terlihat dari jenis motor yang wara wiri digunakan oknum saat mengantri Pertalite di dalam SPBU tersebut.
Andre (bukan nama sebenarnya) salah seorang warga mengatakan ditempat ini para pengecer kerap mengantri menggunakan motor suzuki Thunder.
"Pengecer pakai motor suzuki Thunder, kapasitasnya kan banyak, kadang sehari tiga sampai empat kali ngantri," ungkap Andre pada Tribunsumsel.com, Senin (29/8/2022).
Andre mengaku setiap hari mengantri bersama dengan para pengecer, bahkan, kendaraan milik pengecer seperti tak ada takut-takutnya, mereka menyatu dengan para pengantri lainnya.
"Kalau mulai buka langsung ikut antri, kalau untuk pakai sendiri, masak beli BBM Pertalite setiap hari, pasti mereka itu mau jual lagi," ujarnya.
Samino Pengurus SPBU Lubuk Tanjung mengaku maraknya oknum penjual eceran yang kerap mengisi BBM lebih dari satu kali, Samino mengaku tak tahu, bahkan kalau pun ditemukan hanya bisa menegur saja.
"Bahasanya kita teguran dan jangan sampai mengunjal, jangan sampai membuat ribut warga lainnya, sistemnya kita fleksibel," ungkapnya belum lama ini.
Dia menjelaskan, stok BBM jenis solar dan Pertalite yang salurkan pertamina normal seperti biasanya.
"Stok BBM selalu lancar, untuk Pertalite sekali masuk 8 KL sehari dua kali, sedangkan untuk solar hanya 8 KL," ungkapnya.
Namun, jatah Pertalite dan solar tersebut kadang hanya dalam hitungan jam sudah habis, oleh masyarakat yang sudah mengantri sejak pagi di SPBU Lubuk Tanjung.
"Jatah itu setengah hari kadang sudah habis, tidak sampai sore. Memang segitu jatahnya, bila masuk langsung kita salurkan kemasyarakatan," ujarnya.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Waria di Lubuklinggau Lari ke Luar Sumsel, Orang Dekat Korban
Terpisah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Lubuklinggau, H Nobel Nawawi mengaku sudah memimpin rapat pembahasan pemenuhan kuota BBM di wilayah Kota Lubuklinggau.
Menurutnya, antrean pembeli BMM di Kota Lubuklinggau membludak sehingga mengganggu pengguna jalan.
"Untuk solusi jangka pendek, Pemkot Lubuklinggau akan melakukan pengajuan pemenuhan kouta BBM di Kota Lubuklinggau," katanya.
Kemudian untuk mengatasi antrean diharapkan kerjasama antara Pertamina dengan pihak kepolisian.
Waktu antrean juga harus dibagi antara Pertalite dan solar, sehingga bisa mengurangi jumlah antrean pembeli BBM.
"Kita akan membuat surat edaran tentang pengawasan dan pengendalian pedagang eceran BBM, larangan penggunaan tangki modifikasi dan larangan antrean berulang-ulang," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Antrean-Pertalite-dan-Solar-di-SPBU-Makin-Panjang.jpg)