Berita Muratara

Penjelasan PDAM Soal Air Tak Mengalir Sepekan ke Rumah Warga di Ibukota Muratara

Kepala PDAM Lawang Agung, Yani mengatakan tidak mengalirnya air bersih ke rumah-rumah warga beberapa hari yang lalu bukan karena ada kerusakan.

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
PDAM Lawang Agung di Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. PDAM ini dilaporkan sempat tidak beroperasi selama sepekan sehingga membuat susah masyarakat. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Pengurus PDAM memberikan penjelasan soal air tak mengalir selama sepekan ke rumah-rumah warga di ibukota Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Warga di ibukota Kelurahan Muara Rupit dan Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Muratara, sempat mengeluhkan krisis air bersih.

Pasalnya, PDAM yang biasanya menyuplai air bersih ke rumah-rumah warga dilaporkan selama sepekan tidak beroperasi.

"Sudah mau seminggu tidak hidup (PDAM), tidak tahu masalahnya apa, syukurlah sekarang sudah hidup, tapi jangan lagi seperti ini, susah sekali kami," keluh warga, Endra pada TribunSumsel.com, Minggu (28/8/2022).

Walaupun gratis, kata dia, tidak beroperasinya PDAM tersebut membuat resah karena mayoritas masyarakat di Muara Rupit dan Lawang Agung tidak memiliki sumur.

Ditambah lagi kondisi sungai Rawas yang keruh sehingga masyarakat benar-benar mengalami krisis air bersih.

"Paling minta air sama tetangga yang ada sumur, mau ambil di sungai lihat sendiri kondisinya, keruh pekat begitu, apa yang mau dikonsumsi air berlumpur seperti itu," katanya.

Warga lainnya, Rahmat, juga mengaku kesusahan lantaran kontrakan tempat tinggalnya tak ada sumber air bersih lain selain berlangganan PDAM.

Walaupun PDAM gratis, kata dia, namun permasalahan tersebut seharusnya tidak dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kepentingan orang banyak.

"Ya walaupun gratis, karena selama ini orang-orang bergantung dengan PDAM itu, apalagi bagi masyarakat yang tidak ada sumur, mau ke sungai lihat sendiri kondisinya," ujar dia.

Baca juga: Puluhan Offroader Sumsel-Jambi Uji Adrenalin Jajal Kebun Sawit Muratara, Lintasi Trek Percobaan

Sementara itu, Kepala PDAM Lawang Agung, Yani mengatakan tidak mengalirnya air bersih ke rumah-rumah warga beberapa hari yang lalu bukan karena ada kerusakan pada mesin PDAM.

"Bukan rusak, tapi listriknya tidak kuat, kita kan pakai listrik, dana untuk solar (mesin) tidak ada lagi," katanya.

Yani menjelaskan, untuk operasi PDAM Lawang Agung membutuhkan tegangan listrik 220 voltase, namun yang ada saat itu hanya 110 voltase.

"Kita butuh itu harusnya 220 vol, kalau kita ikut listrik dari Linggau bisa hidup, nah waktu itu ikut dari Jambi cuma 110 vol. Alat kita tidak bisa 110 vol itu, kalau dipaksakan rusak semua," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved