Berita PALI

Pria Muda Asal Jabar Tewas Terjepit Truk Batubara di PALI, Ini Kronologis Kejadian

Jajang Sulaeman (25 tahun)pria muda yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik truk batubara di PALI tewas terjepit bak truk yang sedang diperbaikinya.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/REIGAN
Jenazah Jajang Sulaeman (25 tahun) pria muda asal Jawa Barat yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik truk batubara di PALI tewas terjepit truk yang sedang diperbaikinya saat dibawa dari rumah sakit, Senin (22/8/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Jajang Sulaeman (25 tahun) seorang pria muda asal Jawa Barat  yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik angkutan truk batubara yang beroperasi di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tewas terjepit bak truk yang sedang diperbaikinya, Senin (22/8/2022) malam.

Jajang mekanik truk asal Purwarkarta tewas saat memperbaiki baterai truk plat A 9507 U yang memang posisi baterai di bagian bawah mobil.

Korban tewas di tempat terjepit truk dan tidak sempat mendapat perawatan medis rumah sakit. Kejadiannya di bengkel kawasan KM 64 Jalan Servo, pool PT Sapta Buana Indonesia.

Kronologis kejadian di lokasi diungkap Yudha, Yudha, saksi di lapangan.

Dia menerangkan korban tergencet di dump saat memperbaiki baterai.

"Korban naik sasis, kelang lebih kurang satu menit, dump yang saat itu posisinya ngangkat tiba-tiba turun. Padahal di kabin mobil tidak ada orang. Saya saat itu sedang berada di bawah sasis mobil," katanya.

Baca juga: Gerebek Judi Online Kedok Warnet di Palembang, Timsus Polrestabes Amankan 7 Orang

Usai mengevakuasi dengan alat seadanya dibantu warga setempat, korban kemudian dibawa ke RSUD Talang Ubi, di Kelurahan Pasar Bhayangkara, kecamatan Talang Ubi.


Kasat Reskrim Polres PALI AKP Marwan berkata mobil tersebut tanpa muatan, korban saat itu sedang memperbaiki mobil truk yang mengalami kerusakan baterai.

Tiba-tiba bak dump truk terjatuh dan menimpa korban hingga tewas ditempat. Korban adalah mekanik, bukan sopir dump truk,” ungkapnya, Selasa (23/8/2022).

Marwan menjelaskan, mereka saat ini telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Sementara, jenazah Jajang pun dibawa ke Jawa Barat untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

"Beberapa saksi masih kami periksa untuk memastikan kronologi lengkapnya seperti apa," ujar Marwan.

Selain itu, pihak perusahaan tambang batubara selaku pemilik mobil tersebut juga ikut diperiksa untuk dimintai keterangan.

"Kami sudah layangkan surat pemeriksaan untuk perusahaan, apakah ini ada kecelakaan kerja atau seperti apa," jelasnya.

Sementara dari keterangan dr. Efriyanti, dokter jaga IGD RSUD Talang Ubi menerangkan bahwa korban saat tiba di RSUD dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

"Pasien itu datang tidak sadarkan diri, nadi tidak teraba, pupil sudah melebar maksimal. Jadi dipastikan korban datang di IGD sudah meninggal dunia," katanya kepada media ini.

Sementara itu, hasil dari observasi tim medis kondisi korban ada luka robek yang luas di telinga kiri dan bengkak pada bagian leher. Tetapi dirinya belum bisa memastikan apakah patah, karena harus rontgen. Sementara untuk dilakukan rontgen tidak memungkinkan terhadap korban.

"Diduga akibat dari tergencet dump, membuat luka robek dan bengkak pada leher. Iya akan dibawa ke pulau Jawa," tutupnya.(cr2/SP)

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved