Berita OKU Selatan

Warga Kota Way OKU Selatan Tewas Ditikam Usai Nonton Orgen Tunggal, Ini Pemicunya

Perkelahian berujung pembunuhan terjadi usai menonton Orgen Tunggal di kawasan Kecamatan Buay Pemaca, OKU Selatan Minggu (21/8/2022) dinihari

SRIPOKU/ALAN
Korban Doni Agusman (22) warga Desa Kota Way Kecamatan Kecamatan Buay Pemaca OKU Selatan ditemukaj sudah tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan Raya Desa Desa Kembang Tinggi Kecamatan Buay Pemaca, OKU Selatan Minggu (21/8/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA-Usai menonton pesta orgen tunggal (OT) Doni Agusman (22) warga Desa Kota Way Kecamatan Kecamatan Buay Pemaca OKU Selatan tewas ditikam.

Korban ditemukan tewas di pinggir jalan Raya Desa Desa Kembang Tinggi Kecamatan Buay Pemaca, OKU Selatan Minggu (21/8/2022).

Pelaku tidak lain Dadang (27) waga Desa tetangga yakni warga Desa Talang Baru Kecamatan yang sama.

Informasi yang dihimpun korban ditikam dipicu tersangka Dadang tak senang dengan tingkah korban yang semena-mena meminta antar pulang terhadap rekannya Supri sembari mengancam dengan senjata tajam.

Tersangka yang berada di lokasi tak terima, tanpa berfikir panjang langsung menikam korban ke arah bagian dada dekat leher korban sebanyak satu kali hingga korban melarikan diri.

Penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia ini dibenarkan oleh Kapolsek Buay Pemaca Ipda Antoni Steven, SH.

Dikatakan saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolsek Buay Pemaca.

"Ya, korban meninggal dunia (MD) dan tersangka kini sudah diamankan di Polsek Buay Pemaca, diserahkan oleh pihak keluarga,"ujar Kapolsek, Minggu (21/8/2022).

Diungkapkan Kapolsek peristiwa berdarah yang terjadi minggu (21/8) pukul 03.30 WIB dinihari, ketika korban hendak pulang usai menonton pesta orgen di Desa Kembang Tinggi Kecamatan Buay Pemaca.

Keributan dilatari belakangi ketersinggungan.

"Pelaku ini tidak suka dengan tingkah korban tersebut maka langsung mengeluarkan pisau lalu menikamkan pisau tersebut kearah korban,"sambungnya 

Kepolisian Polsek Buay Pemaca yang melakukan olah TKP juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) sebilah pisau belati jenis kujang milik tersangka serta sebilah pisau garpu milik korban.

Sehelai celana panjang jenis levis kaos oblong lengan pendek warna hitam terdapat noda darah celana dalam sebulah celana pendek dan topi, sendal yang dikenakan korban.

Sementara korban usai ditikam sempat melarikan melarikan diri ke arah kebun semak belukar menghindari kejaran pelaku yang sudah dilerai oleh warga dilokasi.

Baca juga: Personel Kepolisian Polres OKU Selatan Disiagakan, Pengamanan Pawai Pembangunan HUT RI Ke-77 

Keesokan harinya, korban sebelumnya melarikan diri berhasil ditemukan oleh warga dan kepala Desa yang mencari keberadaannya, dengan kondisi tergeletak sudah tak bernyawa di pinggir jalan.

Diduga kehabisan darah akibat luka tikam yang tepat berada di bagian dadanya.

Alhasil, setelah keluarga melaporkan kejadian pelaku dijerat pasal pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia, sebagaimana di maksud dalam Primer Pasal 338 Subsider Pasal 351 ayat (3) Kuhpidana, dengan ancaman 15 tahun penjara. (SP/ALAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved