Harga Sawit Palembang

Harga Sawit Palembang: Cara Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Pada Tanaman Kelapa Sawit

Harga sawit Palembang, cara pengendalian hama kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Harga sawit Palembang, cara pengendalian hama kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Harga sawit Palembang, berita sawit Muratara terbaru. Hawa kumbang tanduk menjadi persoalan serius dihadapi petani di Muratara.

Kebun kelapa sawit milik Edi, petani mandiri di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pernah diserang hama kumbang tanduk. Akibatnya, hasil panen tak maksimal dan harga sawit pun jatuh.

Edi mengungkapkan cara yang dilakukannya dalam mengendalikan hama kumbang tanduk dengan obat-obatan yang dijual di toko pertanian. Hama pun hilang dan harga sawit pun kembali terdongkrak.

"Banyak pelepah sawit saya patah, ada yang sampai busuk, ada beberapa juga yang mati," ungkap petani sawit, Edi kepada Tribunsumsel.com, Jumat (19/8/2022).

Agar tidak bertambah banyak kematian terhadap tanaman sawitnya, Edi membasmi hama kumbang tanduk tersebut memakai obat merk marshal.

Ia terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan agar produksi sawitnya tetap normal.

"Untungnya baru sedikit sawit saya mati, supaya tidak sampai nambah banyak, jadi saya kasih obat marshal," katanya.

Edi mengungkapkan hama kumbang tanduk ini biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang baru ditanam sampai berumur 2,5 tahun.

Namun tak jarang juga menyerang kelapa sawit yang sudah menghasilkan dengan umur cukup tua.

"Tanaman sawit saya ini sudah tua tapi masih diserangnya, biasanya memang menyerang tanaman yang masih muda," katanya.

Petani sawit lainnya, Hengki mengungkapkan ada beberapa tanaman sawitnya juga mati diyakini akibat serangan hama kumbang tanduk.

"Kalau malam hari jelas sekali suara kumbang itu banyak terbang-terbang. Saya yakin ada sawit saya mati mungkin karena kumbang tanduk itulah," katanya.

Hengki mengatakan akibat dari serangan hama kumbang tanduk tersebut, dirinya mengalami kerugian meskipun tidak terlalu besar.

Namun demikian, ia tetap melakukan antisipasi agar serangan hama kumbang tanduk terhadap kebunnya tidak bertambah banyak.

"Ya kalau ditanya kerugian pasti ada, tapi tidak banyak, maka harus cepat kita atasi, jangan sampai makin parah," ujarnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved