Berita Nasional

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Bisa Dipidana Usai Penyidikan Kasus Pelecehan Dihentikan Polisi

Laporan dugaan pelecehan seksual yang diajukan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, bisa dikualifikasikan sebagai laporan palsu.

Editor: Slamet Teguh
IST/Tribun Kaltim/Kolase
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Bisa Dipidana Usai Penyidikan Kasus Pelecehan Dihentikan Polisi 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Kasus tewasnya Brigadir J dikediaman Irjen Pol Ferdy Sambo masih terus menjadi perbincangan publik.

Meski diketahui, kini Irjen Pol Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka.

Motif dari peristiwa inipun masih terus menjadi perhatian.

Yang terbaru, laporan dugaan pelecehan seksual yang diajukan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, bisa dikualifikasikan sebagai laporan palsu.

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan karena polisi telah menghentikan penyidikan kasus tersebut.

"Penghentian jika karena tidak ada peristiwanya, maka harus dianggap tidak ada penyidikan. Jadi bukan SP3. Laporannya dapat dikualifikasi sebagai laporan palsu yang juga dapat diproses secara pidana," ucap Abdul Fickar Hadjar kepada Kompas.com, Sabtu (13/8/2022).

Menurut Abdul Fickar Hadjar, Putri telah memberikan laporan palsu kepada Polres Jakarta Selatan terkait insiden pelecehan seksual tersebut.

Abdul menuturkan, pelapor bisa saja dijerat dengan Pasal 220 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal 220 KUHP itu berbunyi, barangsiapa yang memberitahukan atau mengadukan bahwa ada terjadi sesuatu perbuatan yang dapat dihukum, sedang ia tahu, bahwa perbuatan itu sebenarnya tidak ada, dihukum penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan.

"Ya kalau kejadiannya tidak ada, artinya laporannya palsu, ya. Obstruction of justice. Pasal pidananya Pasal 220 KUHP," jelas Abdul.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved