Wanita Ditemukan Terikat di Pagaralam

Kronologis Pembunuhan Wanita Muda di Pagaralam, Kenal Lewat MiChat, Pelaku Beri Korban Rp 1 Juta

Kronologis pembunuhan wanita muda Pagaralam diungkap polisi saat gelar perkara, Senin (8/8/2022). Kenal lewat MiChat, pelaku beri korban Rp 1 juta.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
Kronologis pembunuhan wanita muda Pagaralam diungkap polisi saat gelar perkara, Senin (8/8/2022). Pelaku RS saat ini telah ditangkap polisi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Kronologis pembunuhan wanita muda di Pagaralam diungkap polisi saat gelar perkara, Senin (8/8/2022).

Sebelum terjadinya pembunuhan di Pagaralam Desa Cawang Baru Dempo Utara, antara pelaku RS (31) dan korban Mi (21) berkenalan lewat aplikasi kencan MiChat dan pelaku memberi korban uang  Rp 1 juta.

Pembunuhan di Pagaralam Desa Cawang Baru Dempo Utarama ini didahului penganiayaan oleh pelaku karena korban menolak diajak berbuat asusila di dalam mobil.

Seorang perempuan muda Mi (21) warga Desa Suka Cinta Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagar Alam ditemukan warga tergeletak lemas di tepi jalan Desa Cawang Baru pada Sabtu (30/7/2022) lalu ternyata merupakan korban penganiayaan berat.

Hal ini terungkap setelah korban meninggal pada Selasa (1/8/2022) meskipun sempat mendapat perawatan di RS Besemah selama dua hari. Meninggalnya korban ini membuat pihak Polres Pagar Alam langsung melakukan penyidikan kasus yang diduga merupakan penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal.

Hanya berselang satu minggu setelah kejadian anggota Polres Pagar Alam akhirnya bisa mengungkap kasus tersebut dan menangkap tersangka yaitu RS (31) warga Desa Tanjung Taring Kecamatan Dempo Utara.

Baca juga: HEBOH US Army Bawakan Lagu Sikok Bagi Duo di OKU Timur, Tua Muda dan Anak Kecil Ikut Joget

Berdasarkan pengakuan tersangka bahwa tersangka baru kenal dengan korban pada Sabtu (30/7/2022) melalui aplikasi MiChat. Tersangka menghubungi korban untuk bertemu dan bertransaksi melalui aplikasi tersebut.

"Saya kenal korban dari aplikasi MiChat dan menghubungi korban untuk betemu dengan harga yang sudah disepakati yaitu Rp1 juta," ujar tersangka saat diwawancara sripoku.com, Senin (8/8/2022).

Setelah sepakat tersangka akhirnya menjemput korban di kawasan Desa Indragiri sekira pukul 21.00 WIB. Setelah itu tersangka membawa korban kekawasan Desa Cawang Baru untuk melakukan hubungan asusila.

"Saat di lokasi saya mengajak korban berhubungan di dalam mobil namun korban menolak. Di sana kami sempat adu fisik tidak lama korban melompat dari dalam mobil," katanya.

Melihat korban melompat tersebut tersangka langsung kabur dan meninggalkan korban di TKP.

Kapolres Pagar Alam AKBP Arif Harsono SIK MH didampingi Kasatreskrim AKP Najamudin mengatakan, sebelumnya korban dengan tersangka ini sempat video call setelah sepakat uang yang dijanjikan pelaku ke korban yaitu Rp 1 juta.

"Setelah dijemput korban dibawa ke TKP disana tersangka mengajak korban untuk berhubungan asusia dan ditolak. Di sinilah korban kecewa dan kesal dan terjadi cekcok. Korban sempat dianjam menggunakan senjata tajam dan sempat adu fisik sebalum korban melompat dari atas mobil," jelas Kapolres saat press reales.

Terkait kasus ini tersangka dianjam pasal 338 jonto 351 ayat 1.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved