Seputar Islam

Niat Puasa Asyura dan Puasa Ganti/Qadha Ramadhan 10 Muharram 1444H/2022, Ini Hukumnya

Berikut bacaan niat puasa asyura dan puasa ganti/qadha Ramadhan 10 Muharram, Ini Hukumnya

Penulis: Abu Hurairah | Editor: Abu Hurairah
Tribun Sumsel
Membacaan Niat Puasa (Niat Puasa Asyura dan Puasa Ganti/Qadha Ramadhan 10 Muharram 1444H/2022, Ini Hukumnya) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Berikut bacaan niat puasa asyura dan puasa ganti/qadha Ramadhan 10 Muharram, Ini Hukumnya

Niat puasa qadha Ramadhan dan puasa Asyura cukup membaca niat puasa qadha berikut ini, lengkap dengan teks Arab, Latin dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Atau selengkapnya bisa juga membaca niat di bawah ini

Baca juga: Lama Diam, Akhirnya Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Angkat Bicara Soal Kasus Tewasnya Brigadir J

Baca juga: Lirik Sholawat Mughrom (Qolbi Bihubbika Mughrom) Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Berikut bacaan niat Puasa Qadha Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

"Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Apabila ingin mengerjakan Puasa Asyura saja, dapat membaca niat puasa berikut:

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya: Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ

Puasa Asyura adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini hukumnya sunnah bagi kaum muslim.

Lantas bagaimana niat puasa Asyura? Apakah boleh digabung dengan puasa sunnah dan qadha puasa wajib?

Buya Yahya menjelaskan apabila puasa Asyura bertepatan di hari Senin atau Kamis, maka boleh digabung dengan puasa Senin Kamis, karena puasa sunnah dengan sunnah boleh digabung menjadi satu.

"Sunnah yang dikumpulkan dalam puasa boleh digabung, kalau shalat tidak. Namun kalau puasa sunnah digabung dengan puasa fardhu tidak boleh," jelas Buya Yahya dilansir dari kanal youtube Al-Bahjah.

Menggabung dua atau lebih puasa sunnah mendapatkan pahala sekaligus.

Sementara menggabung puasa wajib misalnya qadha Ramadhab atau nazar dengan sunnah, hukumnya tidak sah atau tidak boleh dilakukan.

Misalnya pada 10 Muharram ada yang ingin sekaligus puasa Asyura dan qadha Ramadhan, tidak boleh demikian.

"Namun, jika ada yang ingin qadha puasa Ramadhan pada tanggal 10 Muharram, bayar saja utang tanggal 10 itu dengan niat bayar utang Ramadhan, sah," tutur Buya Yahya.

Adanya demikian, akan mendapatkan pahala qadha atau utang puasa terlunasi sekalian mendapatkan pahala puasa Asyura dan puasa Senin Kamis.

Namun, dalam pelaksanaannya tidak perlu memasukkan niat puasa sunnah, cukup niat qadha saja.

Selanjutnya, bagi wanita yang uzur atau sedang haid di tanggal 10 Muharram namun ingin sekali mengerjakan puasa Asyura maka bisa memanfaatkan waktu selama haid untuk berzikir atau shalawat kepada Allah SWT, karena diharamkan berpuasa dalam keadaan tidak suci.

"Kalau Anda memang sudah bercita-cita dari jauh-jauh hari, berniat sungguh-sungguh ingin puasa 10 Muharram dan Allah Maha Mengetahui, biarpun Anda dalam keadaan uzur, Anda sudah mendapatkan pahala," urainya.

Kendati demikian tidak ada amalan pengganti setara puasa Asyura. Namun Allah Maha Kasih tetap memberikan pahala kepada muslimah yang menyesal tak dapat berpuasa Asyura.

Buya Yahya menjelaskan niat puasa tidak harus diucapkan secara lisan menggunakan lafadz dalam Bahasa Arab.

Itulah bacaan niat puasa asyura dan puasa ganti ramadhan dan penjelasan menggabungkan puasa secara bersamaa dari Buya Yahya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved