Berita Palembang

Mantan Kades di Banyuasin Terlibat Mafia Tanah, Kebagian Rp 2,5 Juta Tiap SHM Palsu

Efendi Koyen (53) mantan kades di Banyuasin bersama satu rekannya, Yudi Sandra (34) ditangkap Ditreskrimum Polda Sumsel karena menjadi mafia tanah.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Efendi Koyen (53) mantan kades di Banyuasin bersama satu rekannya, Yudi Sandra (34) ditangkap Ditreskrimum Polda Sumsel karena menjadi mafia tanah dan dihadirkan saat rilis perkara, Selasa (2/8/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Efendi Koyen (53) mantan kades di kabupaten Banyuasin bersama satu rekannya, Yudi Sandra (34) ditangkap anggota Ditreskrimum Polda Sumsel karena menjadi mafia tanah menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) palsu.

Miris, seluruh korban praktek SHM palsu nya adalah petani di Desa Muara Padang Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin yang berniat mengurus SHM tanah mereka.

Di hadapan petugas, Efendi mengaku tidak ada niat menipu para korban dengan menerbitkan SHM palsu.

Secara tersirat mantan kades ini berujar, telah tertipu penampilan meyakinkan dari tersangka Yudi Sandra yang mengaku bisa menerbitkan SHM dengan cepat dan mudah.

"Dia tidak ngaku pegawai BPN. Cuma saya menduga dia pegawai BPN karena dia penampilannya mengizinkan Pak," ujar Efendi saat dihadirkan dalam rilis tersangka di Polda Sumsel, Selasa (2/7/2022).

Dari keterangan Efendi, kasus ini bermula ketika petani di sekitar wilayah tempat tinggalnya meminta tolong dibuatkan SHM tanah.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Muratara Sumsel Kini Diatas Rp 1000 Per Kg, Petani: Alhamdulillah

Efendi lalu teringat dengan Yudi Sandra yang dia akui baru dikenal.

Yudi mengaku bisa membuat SHM dengan cepat dan dihargai sebesar Rp.4,5 juta per satu sertifikat.

Dari jumlah tersebut, Efendi mendapat bagian Rp.2,2 juta yang kemudian dia gunakan untuk membayar utang.

Begitupun dengan pengakuan tersangka Yudi Sandra yang juga mengaku uang hasil menipu digunakannya untuk membayar utang.

"Saya juga pakai bayar utang," ujar Yudi Sandra yang turut dihadirkan dalam rilis tersangka.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Anwar Reksowidjojo mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, sejauh ini sudah ada 26 SHM palsu mengatasnamakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Banyuasin yang diketahui telah diterbitkan oleh kedua tersangka.

"Dari jumlah itu, sebanyak 19 SHM yang berhasil kita sita," ujarnya.

Kata Anwar, salah satu tersangka mengaku sebagai pegawai BPN wilayah Kabupaten Banyuasin untuk meyakinkan korbannya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved