Berita Banyuasin

Penyalahgunaan Pupuk Subsidi di Banyuasin Terkuak, Pelaku Untung Rp 50 Ribu per Karung, Ini Modusnya

Polisi membongkar penyalahgunaan pupuk bersubsidi disebuah gudang di Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Pupuk subsidi yang diubah menjadi non subsidi sebanyak 29 ton, saat diamankan di Polres Banyuasin, Senin (25/7/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Polisi membongkar penyalahgunaan pupuk bersubsidi disebuah gudang di Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin.

Dari dalam gudang itu, Satreskrim Polres Banyuasin mengamankan 29 ton pupuk dan menangkap sejumlah orang.

Pelaku kasus penyalahgunaan pupuk subsidi yang diamankan berinisial FR (36) warga Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa Banyuasin dua karyawannya RS (24) dan M (44).

Saat ditangkap, mereka sedang aat melakukan aktivitas penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

Kasatreskrim AKP Harry Dinar mengungkapkan, pupuk subsidi jenis Ponska dan SP36 yang berasal dari Belitang dan Lampung, sengaja dibeli pelaku FR.

Modusnya  pelaku FR memerintahkan dua karyawannya untuk mengubah kemasan pupuk subsidi menjadi pupuk non subsidi.

"Dari keterangan pelaku FR, bila kegiatan mengubah kemasan pupuk subsidi menjadi non subsidi sudah berjalan empat bulan. Pupuk yang sudah diubah kemasannya, dijual ke Muba dan Jambi," kat Harry, Senin (25/7/2022).

Setiap karung pupuk yang telah diubah kemasannya menjadi pupuk non subsidi, pelaku FR menjualnya kembali seharga Rp 300 ribu per karungnya.

Cara pemasaran yang dilakukan FR, tidak melalui sales.

FR langsung datang dan memberitahu kepada petani bila dia dapat memasok pupuk dengan harga yang terjangkau.

"Pelaku FR ini, membeli pupuk subsidi seharga Rp 250 ribu. Pelaku menjual kembali seharga Rp 300 ribu per karung. Jadi, pelaku ini mengambil keuntungan Rp 50 ribu per karungnya," jelas Harry.

Baca juga: Motif Pembunuhan Dua Wanita di Banyuasin, Pelaku Adik Kandung Sekaligus Kekasih

Pelaku FR, mengambil pupuk subsidi dari Belitang dan Lampung paling sedikit dua ton dan paling banyak sembilan ton.

Pupuk yang diperolehnya dari Belitang dan Lampung, di bawa ke gudang.

Saat digudang itulah, mereka mengubah kemasan pupuk subsidi menjadi non subsidi. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved