Berita OKU Selatan

Jembatan Gantung di Sukaraja II OKU Selatan Nyaris Roboh, Warga Nekat Seberangi Naik Pohon Pisang

Jembatan gantung di Desa Sukaraja II, Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan yang melintasi sungai Selabung nyaris roboh

SRIPOKU/ALAN
Nyaris Roboh : Akses utama jembatan gantung menuju Desa Sukaraja II Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan nyaris Roboh. Senin, (25/7/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Jembatan gantung di Desa Sukaraja II, Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan nyaris roboh  disebabkan air sungai yang pasang.

Terpantau dilokasi, bagian sisi pangkal jembatan sudah retak, badan jembatan miring kearah sisi kanan yang sewaktu-waktu dapat ambruk. 

Kondisi yang berbahaya tersebut, membuat pemerintah Desa melarang warga mengakses badan jembatan sepanjang 160 meter untuk beraktifitas keluar masuk Desa.

Alhasil, sebagai akses utama satu-satunya penduduk keluar masuk Desa dan akses vital para petani sekitar menuju ke ladang, terpaksa harus melintasi akses alternatif dengan memutar sejauh belasan kilometer.

"Sekarang warga yang tidak berani melewati jembatan. Memilih melewati akses alternatif memutar melewati jalan Desa Gedung Wani lebih jauh puluhan kilometer,"ujar Yansa warga Desa dibincangi, Senin, (25/7/2022).

Kendati demikian, diungkapkannya sejumlah warga tetap nekat menyebrangi sungai Selabung menggunakan  bambu dan pohon pisang.

"Ada juga sebagian warga nekat melintas menggunakan lanting bambu dan batang pisang, meski sangat berbahaya apalagi saat debit air sungai sedang pasang,"ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Sukaraja II, Sarnubi menuturkan jembatan gantung sepanjang 160 meter baru dibangun di tahun 2015, tahun 2018 kembali dilakukan rehab dan kini sudah kembali rusak berdampak pada terisolirnya kurang dari 2.000 jiwa penduduk di satu Desa.

Dikatakannya, terdata tepatnya sebanyak 265 KK dan 1800 jiwa penduduk Desa Sukaraja II sementara ini harus terisolir di bagian seberang jembatan sekaligus menutup akses ke lahan kebun warga.

"Akses ini adalah akses utama warga ke lahan kebun kopi, pisang, jagung milik warga sekitar. serta akses bagi anak-anak sekolah,"kata Sarnubi.

Sementara itu Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo B, Commerce bergerak cepat meninjau ke lokasi akan segera melakukan pembangunan jembatan baru. 

Sementara ini, Popo mengungkapkan pihaknya memfokuskan pada pengamanan jembatan ini agar tidak dilewati warga, menyediakan posko dilokasi, serta akan menyediakan alat transportasi berupa perahu karet dan rakit melalui BPBD.

"Akan kita bangun jembatan baru, tapi karena proses pembangunan jembatan baru ini nantinya paling cepat 4 bulan,maka langkah ini kita ambil agar kegiatan masyarakat dan anak sekolah dan kegiatan sosial tetap berjalan,"ujarnya.

Baca juga: Wakapolres OKU Selatan Tinjau Langsung Korban Kebakaran

Mengurangi resiko berbahaya masyarakat setempat melintasi jembatan dan menyebrangi sungai dilokasi akan dipasang papan himbauan dengan dialihkan pada akses alternatif di Desa Gedung Wani. 

"Untuk mengurangi resiko berbahaya kita akan pasang pemberitahuan tidak boleh melintas, sementara akses akan dialihkan ke Akses Desa Gedung Wani dan juga disediakan perahu karet dan rakit tali,"tandasnya. (SP/ALAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved