Berita Selebriti
Nindy Ayunda 'Mangkir' Pemeriksaan Alasan Anak Diteror 4 Pria, Nikita Mirzani : Jemput Paksa Dong
Nindy Ayunda kembali mangkir dari pemeriksaan polisi terkait kasus penyekapan sopir dan ARTnya.
TRIBUNSUMSEL.COM -- Nindy Ayunda kembali mangkir dari pemeriksaan polisi terkait kasus penyekapan sopir dan ARTnya.
Kali ini Nindy Ayunda beralasan tak hadir lantaran mengawal anak-anaknya.
Bukan sekedar mengawal, Nindy Ayunda mengaku jika anak-anaknya mendapat teror dari 4 pria.
Melansir dari Tribunnews.com, Kuasa hukum Nindy Ayunda, Luvino Siji Samura, menjelaskan alasan mengapa kliennya tidak hadir memenuhi panggilan polisi.
Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Semakin Terdesak Dinonaktifkan, Sosok Jenderal Ini Diisukan Jadi Pengganti
Luvino mengatakan, Nindy tengah berhalangan karena harus menemani anaknya berangkat sekolah.

Menurut dia, Nindy, harus menemani anaknya sekolah karena selama empat hari belakangan ini, Nindy merasa diteror orang tidak dikenal.
Dia mengungkapkan, rumah Nindy kerap disatroni empat orang laki-laki yang terus membuntuti.
Dua orang di antara mereka menggunakan mobil untuk membuntuti Nindy dan dua lainnya menggunakan motor menunggu di rumah Nindy.
"Bu Nindy sebelumnya nggak mau blow up soal (teror,-red) ini loh," kata Luvino, dalam keterangannya, pada Sabtu (16/7/2022).
Baca juga: Aku Bukan Wanita Pilihan 16 Juli 2022 : Tiara Pergi Bersama Radit, Rangga Marah Besar ke Istri
Kasus ini bermula dari laporan Rini Diana atas dugaan penyekapan pada suaminya, Sulaiman pada Februari 2021.
Dia melaporkan Nindy selaku mantan majikan suaminya ke Polda Metro Jaya dan selanjutnya dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Dalam laporan Rini Diana, Nindy Ayunda dikenakan Pasal 333 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang. Ia dapat diancam pidana sampai delapan tahun penjara.
Polres Jakarta Selatan telah dua kali memanggil Nindy untuk dilakukan pemeriksaan. Namun, Nindy berhalangan hadir.
Luvino menjelaskan, pemanggilan pihak kepolisian terhadap kliennya masih dalam kapasitas sebagai saksi.
Pihak kepolisian, kata Luvino, ingin meminta klarifikasi terhadap Nindy lantaran kasus yang kini tengah menjerat kliennya ini memang membingungkan.

Pasalnya, pada 2021 lalu, Sulaiman pernah menggelar konferensi pers dan menyatakan bahwa tudingan yang datang ke Nindy itu tidak pernah terjadi. Sulaiman mengaku tidak pernah disekap dan dianiaya oleh Nindy.
“Terus sekarang, tiba-tiba (Sulaiman,-red) bilang di bawah tekanan. Kok tiba-tiba berubah keterangannya? Kita bingung,” ungkap Luvino.
“Kami ada bukti-buktinya berupa video konferensi pers,".
Dia menilai kasus ini kembali mencuat setelah ada pelaporan terhadap Nikita Mirzani ke Polres Serang Kota terkait pencemaran nama baik terhadap DM.
DM diketahui sebagai pria yang kerap terlihat bersama dengan Nindy.
Nikita Mirzani Panas Nindy Ayunda Mangkir
Nikita Mirzani, kasus Nindy Ayunda dan Dito Mahendra terbilang berat.
Pasalnya, kasus yang dihadapi keduanya yaitu dugaan penyekapan mantan sopir Nikita Mirzani yaitu, Sulaiman.
Oleh karena itu, Nikita Mirzani minta kepada pihak berwajib untuk menjemput paksa Nindy Ayunda dan Dito Mahendra dalam kasus penyekapan.
"Ini kasusnya parah lho, penyekapan dan pemukulan," kata Nikita Mirzani di Instagram Story dikutip pada Jumat (16/7/2022).
Baca juga: Tiara Marleen Jadi Tersangka, Panik Tak Berkutik Ditanya Denny Darko: Pansosmu Itu Keterlaluan
Lantas saja Nikita Mirzani langsung membandingkan kasus dirinya yang dilaporkan Dito Mahendra.
Bukan tanpa alasan, menurutnya perlakuan polisi jauh berbeda dengan yang dialami Nindy Ayunda.
"Masa gue yang UU ITE aja sampai digeruduk pelapornya atas nama Dito. Ini si Dito sama pacarnya enggak datang, selon-selon aja," kata ibu 3 anak itu.

"Ada apa nih?," Sambungnya lagi.
Nikita Mirzani lantas meminta polisi untuk melakukan tindakan tegas, melakukan penjemputan paksa buat Nindy Ayunda dan Dito Mahendra.
"Polres Jaksel, ayo dong jemput paksa. Sudah panggilan kedua lho," kata Nikita Mirzani.
Dia berharap agar pihak kepolisian yang mengurus kasus Nindy Ayunda tidak kalah tegas dengan aparat hukum yang menangani masalahnya.
"Jangan mau kalah sama Polres Serang Banten," ucap Nikita Mirzani.
Baca berita lainnya di Google News