HUT Tribun Sumsel ke10

Cerita Gubernur Herman Deru Cetuskan Ide Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki inovasi gerakan Sumsel mandiri pangan (GSMP), yang digagas langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Siemen Martin
tribunsumsel.com/linda
Sarasehan Kelompencapir Milenial dengan tema 1001 Cerita dari Bumi Sriwijaya Untuk Indonesia Menuju Sumsel Mandiri Pangan di Griya Agung, Selasa (12/7/2022) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki inovasi gerakan Sumsel mandiri pangan (GSMP), yang digagas langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru.

"Timbul gerakan Sumsel mandiri pangan lebih ke antisipasi atau preventif," kata Deru saat Sarasehan Kelompencapir Milenial dengan tema 1001 Cerita dari Bumi Sriwijaya Untuk Indonesia Menuju Sumsel Mandiri Pangan di Griya Agung, Selasa (12/7/2022)

Lebih lanjut ia mengatakan, jangan lagi di zona nyaman.

Maka perlu gerakan Sumsel mandiri pangan untuk antisipasi atau preventif. Karena masih ada saja gejolak harga dimomen tertentu seperti saat Lebaran.

"GSMP ini sesuatu gerakan sederhana untuk merubah mindset, yang tadinya berpikir membeli kenapa tidak produksi sendiri saja seperti, bawang merah, cung dan lain-lain," katanya

Menurutnya, jangan dikira bawang hanya biasa dari berbes, bawa saja petani dari berbes ke sini untuk mengajarkan cara menanam bawang.

Dengan begitu kebutuhan dapur bisa ditanam sendiri.

Bahkan ikan juga bisa dibudidayakan sendiri. Termasuk budidaya lobster air tawar, bisa dilakukan di lingkungan sekitar juga dan bisa hidup.

Selain itu pertanian bukan hanya saja dalam hal pokok namun ada juga hortikultura. Bahkan ada 566 komoditas hortikultura.

"Kenapa di setiap daerah tidak menam semua itu?, karena masing-masing daerah punya karakter dan pasarnya.
Maka perlu ada jaminan ketika panen harga tetap stabil, karena harga produksi setiap daerah berbeda-beda juga," katanya

Deru menambahkan, petani akrab dilidah. Namun sayangnya profesi petani ini masih dianggap belum terhormat, bahkan terkesan dikecilkan. Padahal apa kita tanpa petani.

Menurutnya, di Sumsel hampir ada 2000 PPL dengan berbagai bidang dan disipilin ilmu. Tugasnya tidak hanya membantu petani bercocok tanam tapi juga agar petani bankable.

"Pola pikir nggak cukup dari gubernur yang merubah mindset dari konsumtif ke produktif, tapi dukungan semua pihak juga," cetusnya

Sementara itu apa yang digagas Tribun Sumsel ini sangat mulia. Bukan hanya bermakna bagi Tribun Sumsel saja, tapi pemerintah dan petani, ini gagasan mulia.

Harapannya kedepan adakan perlombaan yang melibatkan rumah tangga atau perkelompok untuk lomba GSMP. Gandeng pihak terkait seperti Sumsel dan Mandiri serta Pusri agar memberikan kontribusi.

"Istimewanya sarasehan ini, kita diikuti pelakunya langsung ada petani dan individu di pertanian. Bahkan saya setuju mengundang Susno Duadji," katanya

Menurutnya, ketika yang berbicara Susno Duadji yang punya perhatian terhadap pertanian tentu berbeda dengan yang bicara petani.

"Bahkan ia membaca peluang pertanian apa yang masih punya peluang seperti vanili yang harga per kg nya jutaan. Kita butuhkan orang-orang seperti pak Susno Duadji," katanya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved