Berita Banyuasin

Ekspor Sabut Kelapa Banyuasin Segera Masuk Pasar Eropa, Bahan Kursi Mobil Mewah

Ekspor sabut kelapa Banyuasin segera masuk pasar Eropa. Sementara ini sedikitnya 20 ton sabut kelapa diekspor ke sejumlah negara di Asia.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Pabrik pengolahan sabut kelapa setengah jadi di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, Jumat (1/7/2022). Ekspor sabut kelapa Banyuasin sehari bisa 20 ton dan segera masuk pasar Eropa. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Ekspor sabut kelapa Banyuasin segera masuk pasar Eropa. Produk setengah jadi ini digunakan untuk bahan baku kursi mobil mewah dan mebeller lainnya.

Sabut kelapa yang awalnya hanya dibuang karena dianggap tak berguna, dimanfaatkan untuk diolah lagi. Hasilnya, sabut kelapa ini punya nilai ekonomis yang tinggi dan bisa jadi komoditi ekspor.

Sementara ini sedikitnya 20 ton sabut kelapa diekspor dari Banyuasin ke sejumlah negara di Asia terutama Tiongkok dan India. Produknya memang setengah jadi.

Sebelumya memang warga sering membuat sabut kelapa. Namun, dengan adanya inovasi dan pembangunan pabrik pengolahan sabut kelapa, masyarakat tidak lagi membuang sabut kelapa. Mereka mengumpulkan sabut kelapa yang akan dikirimkan ke pabrik agar bisa di olah lagi.

Terlihat, tumpukan sabut kelapa yang diolah setengah jadi di dalam gudang. Sabut kelapa setengah jadi yang sudah di bentuk bal, nantinya di ekspor tidak hanya di wilayah Indonesia tetapi juga sudah keluar negeri.

Sabut kelapa yang sudah diolah setengah jadi, bisa memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sabut kelapa yang berasal dari masyarakat di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, di olah menjadi bahan setengah jadi.

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Lahat Ditahan Polda Sumsel, Foto Pakai Seragam Tahanan Tersebar

Pengelola pabrik Yudha menuturkan, mereka sengaja memilih untuk mengolah sabut kelapa yang dibuang petani sebagai limpah karena memiliki nilai yang ekonomis di pasar internasional.

"Untuk pekerja, saya ambil dari warga sekitar. Pekerja sekarang sebanyak 50 orang," katanya, Jumat (1/7/2022).

Lanjut Yudha, dalam sehari mereka bisa mengirim 20 ton sabut kelapa setengah jadi yang akan di ekspor keluar negeri. Pangsa pasar yang saat ini, sabut kelapa dikirim ke Tiongkok, India dan sejumlah wilayah Asia.

"Saat ini, kami sedang merambah Pasar Eropa. Bila sudah berjalan di pasar Eropa, maka lebih bagus lagi," katanya.

Sedangkan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi menjelaskan, langkah yang dilakukan ini menjadi solusi karena sabut kelapa selaku menjadi kendala yang sulit dimanfaatkan.

"Sabut kelapa yang semula menjadi sampah, bisa diolah menjadi nilai ekonomis. Bahkan, sampai di ekspor keluar negeri. Inilah solusi yang diberikan, sehingga tidak lagi menjadi sampah," ujarnya.

Selain itu, untuk mengakomodasi sabut kelapa yang banyak di Kecamatan Tanjung Lago, Pemkab Banyuasin dalam waktu dekat akan mengoperasikan satu lagi pabrik pengolahan sabut kelapa.

"Ternyata, di luar negeri sangat dibutuhkan sabut-sabut kelapa ini. Karena untuk bahan spring bed, kursi mobil mewah dan lainnya. Makanya, harus dimanfaatkan potensi ini," katanya.

Baca berita lainnya  langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved