Berita OKU Selatan

Viral Seorang Wanita di OKU Selatan Ditandu Warga Sejauh 8 Kilometer, Ini Kata Kades

Video Seorang Wanita Ditandu warga viral di Media Sosial. Kejadian itu terjadi di Desa Bandaralam Lama Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan

SRIPOKU/ALAN
Tandu : Viral warga Sakit di Desa Bandaral Lama Kecamatan Kisam Tinggi OKU Selatan terpaksa ditandu karena akses tak memadai. Kamis (16/6/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA-- Viral video seorang wanita ditandu oleh banyak warga di Kabupaten OKU Selatan karena akses yang kurang memadai.

Kejadian wanita ditandu warga itu terjadi di Desa Bandaralam Lama Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan.

Informasi Dihimpun di lapangan puluhan warga terpaksa berjalan kaki menyusuri jalan yang masih tanah kuning sejauh delapan kilometer agar mencapai jalan poros untuk dijemput kendaraan.

Warga mengambil inisiatif menandu warga bernama Karsini (54) sebab kendaraan mobil tak dapat masuk ke wilayah Dusun VI dan VII Desa Bandaralam Lama tersebut.

"Iya terpaksa kita tandu, karena mobil tak dapat naik apalagi kondisi jalan rusak dan musim penghujan,"ungkap Zamhuri suami Karsini warga yang ditandu, Kamis (16/6/2022).

Dituturkan Zamhuri, warga terpaksa menandu berjalan kaki selama 1 jam agar dapat mencapai jalan poros.

Bermaksud membawa Karmini ke rumah sakit di Jantung Kota Muaradua OKU Selatan.

"Kurang lebih kita menempuh jalan kaki 8 kilometer, sebab mobil tidak bisa masuk, hanya motor yang bisa ,"ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Bandaralam Lama Kecamatan Kisam Tinggi Hirmawan Susanto membenarkan perihal warganya yang sakit terpaksa ditandu oleh warga.

Menurut Hirmawan warganya yang telah lama dilaporkan sakit ditandu untuk berobat. 

"Iya, dia (warga) kita dan memang sudah lama sakit, yang kemudian meminta untuk berobat ke Bidan Desa atau Rumah Sakit,"ujar Kades.

Perihal kondisi jalan diakuinya memang tak dapat dilewati kendaraan mobil.

Baca juga: Polres OKU Selatan Buka Layanan Berobat Gratis dan Vaksin di Destinasi Wisata Danau Ranau

Apalagi disaat cuaca penghujan.

"Memang sangat sulit untuk di Jangka kendaraan, apalagi kemaren musim hujan. Kita berharap terutama kepada pemerintah ada solusi terbaik,"tandasnya. (SP/ALAN)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved