Berita Palembang
Mengenal Sosok Sarah Wazir, Kader Milenial PAN Palembang, Tampil Eksentrik dengan Tato
Sarah Wazir, kader Milenial PAN Palembang. Tampilan gadis kelahiran Palembang, 24 Agustus 1996 ini eksentrik memiliki beberapa tato.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sosok Sarah Wazir, kader Milenial PAN Palembang.
Saat ini sudah mulai bermunculan kaum milenial yang terjun ke dunia politik untuk menyumbangkan pemikirannya demi kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya adalah Sarah Fiqih Shafirani atau yang lebih akrab disapa Sarah Wazir, politisi muda kelahiran 25 tahun silam yang sudah bergabung sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palembang sejak 2020.
Bila dilihat sepintas, tampilan gadis kelahiran Palembang, 24 Agustus 1996 ini sedikit eksentrik jika dibandingkan dengan politisi perempuan muda pada umumnya.
Sebab Sarah memiliki beberapa tato, termasuk yang bertuliskan kata-kata "Love dan Hope" dan menghiasi jari-jemari tangan kanan maupun kirinya.
Akan tetapi penampilan eksentrik ini tidak menggoyahkan semangat Sarah untuk memberi sumbangsih positif ke masyarakat melalui jalur politik.
"Justru saya ingin mengajak orang untuk tidak menilai seseorang dari penampilan luarnya, tapi dari apa yang sebenarnya dia bawa untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat ataupun minimal orang-orang di sekitarnya," kata Sarah saat dibincangi, Rabu (1/6/2022).
Sebelumnya Sarah sama sekali tidak berpikir akan terjun ke dunia politik.
Lulusan LPT Panghegar Bandung ini bahkan pernah bekerja sebagai koki di hotel berbintang dengan gaji yang menurutnya terbilang besar.
Pekerjaan itu juga sesuai dengan hobi memasak yang diturunkan oleh sang ibu.
Akan tetapi, Sarah berani membulatkan tekad dan meninggalkan zona nyamannya lalu terjun ke politik setelah mendapat arahan dari almarhum Azhari Harris Tohir (30) politisi muda sekaligus wakil ketua DPRD kota Palembang yang meninggal dunia pada Rabu (25/5/2022) lalu.
Azhari Harris Tohir diketahui merupakan kakak sepupu Sarah.
Di kisaran tahun 2019, Azhari yang sudah lama melihat potensi politisi pada diri Sarah lalu mengajaknya untuk terjun ke dunia politik.
Meski ajakan itu tidak serta merta langsung diterima begitu saja oleh Sarah.
"Almarhum adalah orang paling open pemikirannya menurut saya. Beliau tahu keadaan saya bertato, tapi beliau adalah orang pertama yang menyadarkan saya kalau punya potensi ke politik," ujarnya.
"Saya ingat beliau pernah bilang, suara saya dapat mewakili orang banyak. Tidak hanya sekedar berbicara lantang tapi dari suara saya bisa jadi mewakili pekikan-pekikan masyarakat. Kata-kata itu yang menyentuh hati saya untuk ikut didalam dunia politik," jelasnya.
Baca juga: Viral Surat Terbuka Singa Mania, Tuntut Hendri Zainuddin Mundur, Minta Herman Deru Lebih Peduli SFC
Setelah resmi bergabung di PAN, Sarah terus konsisten menjalankan visi dan misinya bagi masyarakat.
Kini dia juga dipercaya mengemban posisi sebagai Bendahara Milenial PAN Palembang sekaligus Sekertaris DPC PAN Palembang.
Selain itu Sarah juga makin gencar mewujudkan minatnya untuk ikut dalam kegiatan bermasyarakat termasuk berorganisasi.
Baru-baru ini dia dipercaya untuk mewakil Sumatera Selatan sebagai peserta Pra-Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Y20 di Balikpapan Kalimantan Timur pada bulan 21-22 Mei 2022 lalu.
Untuk diketahui, isu planet yang berkelanjutan dan layak huni menjadi tema besar dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut.
"Di sana kami bertemu dengan delegasi dari negara yang tergabung dalam G20. Banyak hal yang kami bahas diantaranya tentang lingkungan hidup, sirkular ekonomi. Selain itu kita juga cari solusi persoalan seperti lahan gambut, membudidayakan lahan gambut dan masih banyak lagi," ujarnya.
Sarah sendiri menyadari penampilannya yang eksentrik tentu akan menjadi celah bagi orang lain untuk meragukan kemampuannya.
Namun dia percaya dengan niat tulus ke masyarakat disertai dengan kompetensi yang mempuni, dirinya mampu untuk menghadapi stigma tersebut.
"Alhamdulillah saya tidak merugikan orang lain, saya percaya tetap bisa maju dan membawa hal positif untuk orang disekitar. Dan saya berharap anak-anak muda di Sumsel juga sama, konsisten membawa hal positif bagi orang lain," tuturnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news.