Liputan Khusus Tribun Sumsel

LIPSUS: Belum Vaksin Siap-siap Pulang, Calon Jemaah Haji Positif Covid-19 Dikarantina Dulu (1)

Tidak ada aturan khusus saat di Arab Saudi. Sebab sejak April lalu di tempat-tempat umum boleh buka masker. Untuk itu yang ditekankan vaksinasi.

Editor: Vanda Rosetiati
DOK TRIBUN SUMSEL
Belum vaksin siap-siap pulang, CJH positif dikarantina dulu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah Arab Saudi sudah mencabut aturan kewajiban memakai masker di luar ruangan dan aturan menjaga jarak. Kebijakan itu juga berlaku di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan seluruh masjid di negara itu.

Meskipun begitu menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Ahmad Abdullah, calon jemaah haji tetap diimbau memakai masker.

"Secara umum pemerintahan Arab Saudi sudah membuka untuk Prokes. Namun kita tetap mengimbau kepada jemaah agar memakai masker," kata Ahmad Abdullah saat di Auditorium Bina Praja beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk jaga-jaga karena masih masa transisi antara pandemi dan endemi. Walaupun Presiden juga sudah memperbolehkan buka masker tapi untuk jaga-jaga akan lebih baik.

"Memang tidak ada aturan khusus saat di Arab Saudi. Sebab sejak April lalu di tempat-tempat umum boleh buka masker. Untuk itu yang ditekankan vaksinasi, maka seluruh CJH harus sudah divaksin sampai vaksin booster," ungkapnya

Menurutnya, vaksin ini harus diselesaikan. Karena khawatir kalau belum vaksin disuruh pulang, jangan sampai gagal berangkat hanya gara-gara vaksin.

"Kita memberikan kesempatan pada jemaah agar program vaksin bisa terselesaikan. Lalu yang datanya masih ada salah seperti NIK, dan lain-lain agar segera diselesaikan," pesannya.

Sebab menurutnya, kalau beda sedikit saja datanya maka tidak bisa terbaca di aplikasi PeduliLindungi dan itu bisa menganggu proses, kalau datanya tidak keluar.

"Kemudian untuk test PCR, nanti akan dikoordinir. Sebab jemaah tersebar dimana-mana, kalau tidak dipandu khawatir ada apa-apa," katanya.

Menurutnya, kalau nanti ada hasil yang positif dikarantina dulu, kalau sudah negatif baru berangkat. Sepanjang masih ada waktu pemberangkatan tetap bisa berangkat, karena pemberangkatannya kan bertahap. Jadi kalau sudah negatif akan diberangkatkan di kloter berikutnya.

"Palembang termasuk beruntung diberikan kesempatan berangkat pada gelombang kedua dan langsung ke Jeddah. Untuk gelombang pertama diberangkatkan 4-18 Juni dan gelombang kedua 19 Juni hingga 3 Juli," kata Ahmad Abdullah.

Menurutnya, untuk Embarkasi Palembang akan mulai diberangkatkan pada gelombang kedua yaitu 19 Juni hingga 3 Juli mendatang. Sedangkan untuk kepulangan jemaah gelombang pertama pada 15-29 Juli dan gelombang kedua pada 30 Juli hingga 13 Agustus mendatang.

"Pemerintah berkewajiban memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi, konsumsi, transportasi, pelayanan kesehatan, keamanan, dan pelayanan lainnya yang diperlukan jamaah haji," katanya.

Menurutnya, pelayanan di Embarkasi adalah kegiatan yang sangat penting karena akan memberikan kesan pertama yang mendalam kepada para jamaah haji tentang proses penyelenggaraan haji.

Bahkan merupakan cermin dari kualitas pelayanan haji di tanah air. Oleh karena itu, PPIH Embarkasi hendaknya membangun kesan positif terhadap hal tersebut dengan bekerja secara optimal sesuai tugas dan kewajiban masing-masing.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved