Liputan Khusus Tribun Sumsel
LIPSUS: Harga TBS Sawit di Sumsel Turun, Ini Keterangan Dinas Perkebunan Sumsel (2)
Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumsel mengalami sedikit penurunan karena memang saat ini tidak ada ekspor.Periode sebelumnya masih ada ekspor.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) periode pertama Mei 2022 mengalami penurunan Rp 129,76 per kg dibandingkan periode sebelumnya.
"Harga TBS Rp 3.639 per kg untuk tahun tanam 10-20 tahun, harga ini turun Rp 129,76 per kg dari sebelumnya," kata Fungsional Analis PSP Madya Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Arpian, Sabtu (14/5/2022)
Rudi menjelaskan, harga TBS mengalami sedikit penurunan karena memang saat ini tidak ada ekspor. Sedangkan kalau priode sebelumnya sempat masih ada ekspor. Namun harga TBS ini penurunannya sedikit yaitu Rp 129,76 per kg.
Untuk di Sumsel penentuan harga TBS per dua Minggu sekali. Nah data yang digunakan data penjualan sebelumnya, yang disampaikan perusahaan. Itu yang menjadi acuan untuk menentukan harga TBS berikutnya. Data dari perusahaan yang disampaikan saat penentuan harga diolah dan hasilnya keluarlah Rp Rp 3.639 per kg.
"Sumsel ini termasuk yang diuntungkan karena penetapan TBS nya update 2 Minggu sekali. Kalau Provinsi yang lain penentuannya satu Minggu sekali. Dengan penentuan per dua Minggu sekali, maka ketika ada harga turun tidak begitu turun jauh," katanya
Namun menurut Rudi, memang ada juga kekurangannya seperti pada saat harga tinggi maka tidak bisa menyentuh harga tersebut. Pernah dulu sampai harga Rp 4000 per kg di provinsi lainnya, namun di Sumsel hanya sampai Rp 3.800 per kg.
Rudi mengimbau, kepada Pabrik kelapa sawit (PKS) agar membeli sesuai dengan harga yang sudah ditentukan. Jadi PKS wajib membeli sawit dengan harga yang telah ditentukan untuk yang plasma.
Baca juga: LIPSUS: Bingung Bayar Kredit Mobil, Petani Resah Harga Sawit Terjun Bebas (1)
Sedangkan berdasarkan data yang ada di Sumsel potensi luas areal sawit sebanyak 1.221.374 hektare. Dengan produksi 3.323.670 ton CPO. Untuk sawit yang terbanyak ada di lima daerah yaitu Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Rawas (Mura) dan Muara Enim.
"Rinciannya Muba dengan total luasan 313.125 hektare, OKI dengan luasan 224.865 hektare, Banyuasin dengan luasan 190.973 hektare, Mura dengan luasan 114.879 hektare dan
Muara Enim dengan luasan 87.889 hektare," ungkapnya
Lalu untuk jumlah petani sawit di Sumsel sebanyak 224.649 Kepala Keluarga (KK), yang terdiri dari petani plasma sebanyak 119.870 KK dan sisanya petani Swadaya sebanyak 104.779 KK.
Sementara itu Yani warga Muba mengatakan, bahwa saat ini harga TBS turun. Lumayan banyak turunnya dari sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi sejak adanya pelarangan ekspor.
"Kalau sebelumnya memang tinggi sampai lebih dari Rp 3000 an per kg, tapi kini hanya Rp 2000 an per kg. Jadi kita harus hemat-hamat juga, sebab penghasilannya hanya mengandalkan sawit," ungkapnya. (nda)
Baca berita lainnya langsung dari google news.