Berita PALI Serasi Nia

Dua Dara Cantik Staf Humas dan Protokol Pemkab PALI Memaknai Kartini, Ini Katanya

Berbagai kegiatan dilakukan kaum hawa di seluruh Indonesia guna peringatan wanita yang dianggap menginspirasi para Kartini era millenial

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Yohanes Tri Nugroho
SRIPOKU/REIGAN
Makna Hari Kartini bagi dara cantik bernama Uliza Mahadewi (kanan) dan Aisya Masruroh (pakai jilbab biru) sebagai Staf Humas dan Protokol Pemkab PALI. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALI -- Momen peringatan Hari Pahlawan Nasional wanita Indonesia tanggal 21 April diperingati sebagai hari lahir Raden Ajeng (RA) Kartini.

Berbagai kegiatan dilakukan kaum hawa di seluruh Indonesia guna peringatan wanita yang dianggap menginspirasi para Kartini era Millenial seperti saat ini, seperti memakai budaya kebaya khas Indonesia.

Begitu pula dirasakan dan dilakukan oleh dua dara cantik bernama Uliza Mahadewi (25 tahun) dan Aisya Masruroh (24 tahun) dalam memaknai hari Kartini di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 

Tercatat sebagai staf di Humas dan Protokol Pemkab PALI, dua mantan Bujang Gadis PALI (BGP) ini menyerukan bahwa perempuan millenial saat ini harus mampu berdiri di Kaki sendiri.

Makna Hari Kartini bagi Uliza Mahadewi ialah, sebagai perempuan indonesia terutama generasi muda seperti apapun pilihan perjalanan hidup tetaplah menjadi perempuan yang independent, baik tubuh ataupun pemikiran.

"Sebagai perempuan tumbuh dan berkembanglah sesuai dengan keinginan dan harapan kita," ungkap Liza sapaannya, Kamis (21/4/2022).

Menurut wanita kelahiran Desa Raja Kecamatan Tanah Abang, 12 April 1997 ini semakin maju peradapan dan hidup di era globalisasi akan membuat wanita semakin maju pula dalam pemikiran yang nantinya bisa mendidik,  menginspirasi, dan menginovasi generasi-generasi selanjutnya tanpa meninggalkan kodratnya sebagai seorang perempuan.

"Tetap lah rendah hati dan jangan pernah untuk merendahkan diri. Selamat hari Kartini untuk seluruh perempuan-perempun hebat Indonesia" ujarnya.

Senada, Aisya Masruroh berkata bahwa "Habis gelap terbitlah terang" semboyan yang sangat familiar di setiap perayaan Hari Kartini. 

Dimana, kata dia, Semboyan dari sosok pahlawan wanita nasional indonesia R.A Kartini seolah menjadi motivasi yang memacu semangat membangun insan wanita yang terdidik dan berkelas. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved