Rusia Invasi Ukraina

Putin Senang, Ujicoba Rudal Balistik Nuklir Sarmat Berhasil, Amerika Ketakutan? Pentagon Bereaksi

Senjata tersebut menambah daftar persenjataan nuklir Rusia, yang menurut Presiden Vladimir Putin akan memberi musuh Moskow sesuatu untuk 'dipikirkan'.

Editor: Moch Krisna
Russia Today
Vladimir Putin 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Ujicoba rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat milik Rusia berhasil dilakukan.

Senjata tersebut menambah daftar persenjataan nuklir Rusia, yang menurut Presiden Vladimir Putin akan memberi musuh Moskow sesuatu untuk 'dipikirkan'.

Putin menyaksikan peluncuran rudal ICBM melalui konferensi video.

Dikutip en.kremlin.ru, Putin juga mengucapkan selamat kepada Kementerian Pertahanan atas keberhasilan uji coba tersebut.

Peluncuran uji coba rudal Sarmat dilakukan dari Kosmodrom Plesetsk di Wilayah Arkhangelsk.

Hulu ledak pelatihannya mencapai tempat pelatihan Kura di Semenanjung Kamchatka.

"Kompleks baru ini memiliki karakteristik taktis dan teknis tertinggi dan mampu mengatasi semua sarana pertahanan anti-rudal modern. Itu tidak memiliki analog di dunia dan tidak akan lama lagi," kata Putin.

"Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan menyediakan bahan pemikiran bagi mereka yang, dalam panasnya retorika agresif yang hiruk pikuk, mencoba mengancam negara kita."

"Saya ingin menekankan bahwa hanya suku cadang dan komponen dalam negeri yang digunakan dalam pembuatan rudal Sarmat."

"Ini tentu saja akan memfasilitasi produksinya oleh perusahaan industri pertahanan dan mempercepat penggunaannya dalam Pasukan Rudal Strategis."

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas upaya tanpa pamrih Anda sekali lagi. Saya berharap Anda prestasi baru atas nama Tanah Air kita."

Pentagon sebut bukan ancaman bagi AS

Pada Rabu (20/4/2022), Pentagon mengatakan bahwa Rusia telah memberi tahu sebelum peluncuran uji coba.

Pihaknya melihat uji coba itu sebagai rutinitas dan bukan ancaman bagi Amerika Serikat.

Rusia diperkirakan akan mengerahkan Sarmat dengan 10 atau lebih hulu ledak pada setiap rudal, menurut US Congressional Research Service.

Sarmat telah dikembangkan selama bertahun-tahun dan peluncuran uji cobanya tidak mengejutkan bagi Barat, tetapi itu terjadi pada saat ketegangan geopolitik ekstrem karena perang Rusia di Ukraina.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Berita Ini sudah tayang di Tribunnews.com

(*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved