Berita Kanal OKI Mandira

Sidak Pasar, Pemkab OKI Cek Kandungan Bahan Pangan, Tak Ditemukan Bahan Berbahaya

Pengawasan itu dilakukan dengan menggelar sidak ke sejumlah pasar tradisional

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: M. Syah Beni
Pemkab OKI
Menjelang lebaran Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Perdagangan mendatangi pasar Tugumulyo, Kecamatan Lempuing, Selasa (19/4/2022) sore. 

TRIBUNSUMSEL.COM.KAYUAGUNG -- Menjelang lebaran Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Perdagangan mengintensifkan pengawasan terhadap bahan pangan yang dijual di pasar. 

Hal tersebut guna memastikan keamanan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Pengawasan itu dilakukan dengan menggelar sidak ke sejumlah pasar tradisional.

Pengecekan dilakukan terhadap bahan pangan seperti tahu, kikil daging sapi, bakso, cincau, dawet, kulang-kaling dan ikan asin.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap 18 sampel bahan pangan dan dari hasil tes tidak ditemukan satupun kandungan formalin.

"Yang tadi kita tes itu semuanya negatif, pH nya juga aman," ucap Kabid Dalam Negeri Dinas Perdagangan OKI, Iqbal setelah giat sidak di pasar Tugumulyo, Kecamatan Lempuing, Selasa (19/4/2022) sore.

Dikatakan sidak rutin ini dilakukan secara intensif terutama menjelang hari raya Idul Fitri yang kurang dari dua pekan lagi.

"Kami lakukan tes terhadap bahan pangan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat. Sehingga nantinya para pembeli bisa berbelanja lebih aman," katanya.

Tidak berhenti sampai disini, pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap para penjual, baik di pasar rakyat maupun pasar modern. 

Jika menemukan ada kandungan yang berbahaya dalam bahan pangan, pihaknya tidak serta merta memberikan sanksi, melainkan ditegur dan dilakukan pembinaan terlebih dulu.

"Kami bersama dinas terkait terus menginformasikan kepada pedagang agar terus menjaga keamanan pangan yang dijual. Jangan sampai ada zat-zat yang membahayakan. Juga kepada masyarakat, kami himbau untuk berhati-hati," ujar Iqbal.

Menurutnya, ada banyak pihak yang dirugikan jika ada produsen yang menggunakan zat berbahaya kedalam pangan yang dijual.

"Pembeli rugi karena bahaya untuk kesehatan, pedagang juga rugi karena jika terjadi pengungkapan kasus, makanan sejenis bisa tidak laku karena masyarakat tidak mau beli," kata dia.

Sementara itu, Yanti salah satu pedagang tahu menyatakan akan tetap menjaga kualitas makanan yang dijual. Karena memang semestinya makanan dalam keadaan baik untuk dikonsumsi.

"Kalau pribadi saya sangat mendukung langkah pengecekan yang dilakukan pemerintah. Dikarenakan masyarakat membutuhkan makanan yang bergizi dan sehat," pungkasnya.

Baca berita lainnya langsung darigoogle news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved