Rusia Invasi Ukraina

Kekejaman Tentara Rusia Dikuak, Rakyat Sipil Dieksekusi Mati Hingga Penjarahan Isi Rumah

 Oksana Kostychenko menceritakan di dekat gudang kebunnya, dia melihat tubuh seorang pria berbaring telungkup dengan tas di atas kepalanya dan

Editor: Moch Krisna
(AFP/RONALDO SCHEMIDT)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (tengah) berjalan di kota Bucha, barat laut ibukota Ukraina Kyiv, pada 4 April 2022. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kekejaman tentara Rusia ke rakyat sipil Ukraina mulai menguak.

Setelah warga sipil di Borodianka menceritakan soal kelakukan pasukan Rusia saat menduduki wilayahnya.

 Oksana Kostychenko menceritakan di dekat gudang kebunnya, dia melihat tubuh seorang pria berbaring telungkup dengan tas di atas kepalanya dan tangan terikat di belakang punggungnya.

Celananya ditarik ke bawah dan ada memar besar di kaki kirinya juga luka besar di kepalanya.

Di sebelah tubuh pria itu ada selongsong peluru tunggal.

"Dia dieksekusi, ditembak di kepala," kata seorang petugas Kepolisian Nasional Ukraina.

Tidak ada dokumen tentang pria itu, tetapi pihak berwenang di lokasi mengatakan semua indikasi menunjukkan dia adalah korban sipil lain dari invasi Rusia.

Mayat itu adalah salah satu dari banyak korban yang baru-baru ini ditemukan di kota-kota di sebelah timur Kyiv.

Lebih lanjut, Kostychenko dan suaminya Oleksand melarikan diri ketika penembakan pertama dimulai.

Mereka kemudian kembali setelah Borodianka dikuasai Ukraina pada 1 April.

Rumah mereka yang tidak tersentuh oleh penembakan berat yang menghancurkan Borodianka, digeledah oleh pasukan Rusia.

Pakaian dan botol bekas berserakan di lantai.

Kostychenko menemukan burung peliharaannya mati di kandangnya.

"Alkohol ada di mana-mana, botol kosong di lorong, di bawah barang-barang," kata Kostychenko.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved