Ramadhan

Hukum Melakukan Hubungan Suami Istri di Bulan Ramadhan? Ini Penjelasannya

Bagaimana jika seseorang tersebut tidak mampu menahan hawa nafsunya sehingga lupa dengan ibadah dan melakukan hubungan dengan suami atau istri?

Tribun Sumsel
Bolehkah Melakukan Hubungan Suami Istri di Bulan Ramadhan? 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Bolehkah Melakukan Hubungan Suami Istri di Bulan Ramadhan? Ini Penjelasannya.

Di bulan Ramadhan, seluruh muslimin diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Dalam menjalankan ibadah puasa, seorang muslim tidak hanya menahan lapar dan haus melainkan juga harus menahan hawa nafsu, terutama syahwat.

Baca juga: 7 Istilah yang Populer di Bulan Ramadhan Termasuk Tarawih dan Sahur

Baca juga: Arti Kata Tarhib Ramadhan dan Contoh Pelaksanaannya di Berbagai Daerah

Lalu bagaimana jika seseorang tersebut tidak mampu menahan hawa nafsunya sehingga lupa dengan ibadah dan melakukan hubungan dengan suami atau istri?

Bagaimana hukumnya melakukan hubungan badan pada bulan Ramadhan?

Berhubungan di Bulan Ramadhan Haruslah di Malam Hari

Berhubungan suami istri di bulan ramadhan tetap diperbolehkan, namun aktivitas tersebt haruslah dilakukan pada waktu malam hari.

Hal tersebut tercantum dalam Al Quran, Surat Al Baqarah ayat 187 yakni sebagai berikut :

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

Latin : uhilla lakum lailataṣ-ṣiyāmir-rafaṡu ilā nisā`ikum, hunna libāsul lakum wa antum libāsul lahunn, 'alimallāhu annakum kuntum takhtānụna anfusakum fa tāba 'alaikum wa 'afā 'angkum, fal-āna bāsyirụhunna wabtagụ mā kataballāhu lakum, wa kulụ wasyrabụ ḥattā yatabayyana lakumul-khaiṭul-abyaḍu minal-khaiṭil-aswadi minal-fajr, ṡumma atimmuṣ-ṣiyāma ilal-laīl, wa lā tubāsyirụhunna wa antum 'ākifụna fil-masājid, tilka ḥudụdullāhi fa lā taqrabụhā, każālika yubayyinullāhu āyātihī lin-nāsi la'allahum yattaqụn

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved