Berita Lubuklinggau

Asisten Pemerintahan dan Kesra Buka Acara Lomba Sang Pemenang 'Payo ke Museum'

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel diwakili Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel, H. Chandera Amprayadi menyampaikan kegiatan Sang Juara diadak

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Asisten l Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Lubuklinggau, Kahlan Bahar membuka acara grand final Lomba Sang Pemenang "Payo ke Museum" dan penyerahan hadiah tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Lubuklinggau, bertempar di Museum Perjuangan Subkos Garuda Sriwijaya Lubuklinggau, Kamis (31/3/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Asisten l Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Lubuklinggau, Kahlan Bahar membuka acara grand final Lomba Sang Pemenang "Payo ke Museum" dan penyerahan hadiah tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Lubuklinggau, bertempar di Museum Perjuangan Subkos Garuda Sriwijaya Lubuklinggau, Kamis (31/3/2022).

Dalam arahannya, Asisten mengatakan patut disyukuri Kota Lubuklinggau dapat mengadakan lomba Sang Pemenang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Atas nama Pemkot Lubuklinggau, dirinya menyambut baik kegiatan yang pertama kali diadakan di Kota Lubuklinggau ini.

Menurut dia, sebenarnya tahun ini Pemkot Lubuklinggau ada program unggulan yakni "Ayo Ngelong ke Lubuklinggau".

Karena terjadi Covid-19, maka program Ayo Ngelong akan diupayakan pada 2023 mendatang.

Kota Lubuklinggau adalah kota jasa.

Di Lubuklinggau sudah ada batik unggulan yakni Batik Duren dan Batik Pokat.

Ini semua merupakan upaya untuk meningkatkan geliat perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap kegiatan Provinsi Sumsel selalu diadakan di Kota Lubuklinggau. Dan kami siap menjadi tuan rumah," ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel diwakili Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel, H. Chandera Amprayadi menyampaikan kegiatan Sang Juara diadakan dari 2019.

Tujuannya mengajak anak-anak untuk mengenal museum serta budaya.

"Anak-anak tidak akan kenal museum apabila tidak diajak ke museum. Museum adalah sumber ilmu pengetahuan, maka kami mengajak setiap sekolah agar siswanya turut serta dalam kegiatan ini," tandasnya.

Ketua AGSI Sumsel Perwakilan Lubuklinggau, Sisca Arie Hanika mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Lubuklinggau yang telah mengizinkan pihaknya mengadakan kegiatan ini.

Selama acara, diisi juga dengan pembuatan batik Pokat Lubuklinggau dari SMK Negeri 4 Lubuklinggau.

Kegiatan bertema "Payo ke Museum", kegiatan sudah biasa diadakan oleh Museum Sriwijaya setiap tahun dari 2013 dan tahun ini Kota Lubuklinggau ditunjuk menjadi tuan rumah.

Kegiatan juga bertujuan agar semua siswa yang ada di Kota Lubuklinggau dapat mengetahui sejarah. (Joy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved