Berita Nasional
Mobil 1500 CC Biasa Pakai Pertamax Beralih ke Pertalite Bikin Mesin Rusak, Biaya Servis Bikin Kaget
biasa pakai Pertamax beralih ke Pertalite disebut sejumlah mekanik membuat bikin mesin rusak Seperti diketahui perbandingan harga pertamax
TRIBUNSUMSEL.COM - Pemerintah berwacana akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax Rp 16.000 per liter.
Hal itu membuat pemilik mobil yang biasa mengisi bahan bakar kendaraan pakai pertamax beralih ke pertalite.
Tapi, biasa pakai Pertamax beralih ke Pertalite disebut sejumlah mekanik membuat bikin mesin rusak
Seperti diketahui perbandingan harga pertamax dengan pertalite sangat jauh.
Pertalite satu liter Rp 7850 dan pertamax Rp 9200.
Pertalite juga menjadi BBM bensin paling murah setelah Premium mulai dikurangi jumlahnya
Sedangkan Pertamax sendiri memiliki nilai oktan yang lebih tinggi daripada Pertalite yakni 92, sedangkan Pertalite 90.
Kepala bengkel Suparna mengatakan, menggunakan bahan bakar harus disesuaikan dengan spesifikasi mesinnya.
Pabrikan sebenarnya sudah merekomendasikan minimal oktan bahan bakar yang bisa digunakan.
“Misalnya direkomendasikan oleh pabrik untuk memakai oktan 92, tapi malah diisi oktan 90. Nantinya akan menimbulkan beberapa efek pada mesin,” ucap Suparna kepada Kompas.com
Sebelum mengetahui efeknya, rekomendasi pabrikan untuk memakai BBM dengan kadar oktan tertentu menyesuaikan dengan tekanan kompresi di mesin.
Begitu juga dengan suhu di ruang mesin karena kompresi berbanding lurus dengan suhu.
“Kalau suhu sudah naik dan oktan bahan bakar terlalu rendah, maka yang terjadi adalah detonasi atau pembakaran lebih awal. Hal ini dikarenakan oktan yang rendah lebih mudah terbakar di suhu yang lebih rendah,” kata Suparna.
“Kedua, mesin zaman sekarang sudah dilengkapi dengan sensor knocking. Agar tidak knocking, ketika mesin diisi BBM dengan oktan lebih rendah, maka sensor akan memundurkan waktu pengapian,” ucapnya.
Ketika pengapian dimundurkan, efeknya pembakaran mesin jadi tidak sempurna, tarikan mobil jadi berat, BBM boros dan akan terjadi tumpukan kerak karbon.
Ketiga, jika dibiarkan mengelitik, maka akan merusak komponen mesin lebih cepat.
“Misalnya kompresi mesin lebih bagus saat dipakai sampai 100.000 km. Namun jika memakai BBM oktan lebih rendah, belum sampai 100.000 km sudah ngempos kompresinya karena ada goresan di dinding silinder akibat sering ngelitik tadi,” kata dia.
Biaya servis
Mesin mobil kesayangan mulai enggak enak diajak berakselerasi, atau mulai terdengar ngelitik?
Itu bisa jadi tanda minta dilakukan tune up atau servis berkala, sekalian ‘gurah mesin’.
Sebab, bisa jadi ada beberapa komponen di mesin yang perlu dibersihkan atau diganti, seperti busi, filter udara, oli mesin, dan sebagainya.
Nah, untuk item gurah mesin, diperlukan buat membersihkan ruang bakar dari tumpukan kerak karbon hasil pembakaran.
Kerak atau deposit ini dapat memicu terjadinya pembakaran dini alias knocking.
Memang kalau kita hitung-hitung, biaya untuk tune up dan gurah mesin ini minimal kita harus keluar kocek sekitar Rp 500 ribuan.
Rinciannya, untuk tune up saja tanpa ganti oli mesin, biasanya di bengkel umum dikenai Rp 250 ribuan. Sedangkan gurah mesin di angka Rp 250 ribuan juga.