Berita Sriwijaya FC
Suporter Desak Manajemen SFC Umumkan Hasil Finalisasi Akuisisi, Berharap Kas Hartadi Atau RD Kembali
Qusoi mengatakan, para suporter ingin tahu apakah akuisisi dengan Bomba Group ini terlaksana atau tidak.
TRIBUNSUMSEL.COM - Kelompok suporter mendesak agar manajemen Sriwijaya FC segera mengumumkan hasil finalisasi akuisisi saham PT SOM oleh pengusaha Sumsel, Iwan Bomba alias Ichlas Setiawan pemilik Bomba Group.
Pasalnya mereka mengaku pernah dijanjikan bakal duduk satu meja pasca akuisi nantinya.
"Kami suporter ataupun masyarakat Sumsel menunggu jawaban pasti dari manajemen hasil finalisasi di Bomba Group itu," ungkap Qusoi SH sebagai Capo Tifoso Ultras Palembang kepada Sripoku.com, Selasa (29/3).
Qusoi mengatakan, para suporter ingin tahu apakah akuisisi dengan Bomba Group ini terlaksana atau tidak.
Sebab kalau tidak deal harus disiapkan solusinya agar SFC bisa terus mempersiapkan kerangka tim menghadapi kompetisi liga 2 2022 nanti.
"Intinya masalah Bomba itu nak cakmano? Kepastian deal apo idak. Kalau tidak deal nak makmano solusinya? Kalau bagi kami, kalau tidak deal ya sudahlah. Pacak bae mencari duit selamo ini," katanya.
Ia mencontohkan Manajer Tim yang juga Direktur Marketing PT SOM Hendriansyah dengan sponsorship-sponsorship.
Tinggal lagi ia berharap gubernur bisa turut minta bantu sponsor yang besar-beaar. Mengingat sumber daya alam di Sumsel ini banyak.
"Kalau dengan Bomba kironyo deal, kami pengen tahu MoU-nyo cakmano. Berapa persen saham yang dikuasai Bomba. Apo bae saran kami. Kalau kami tidak muluk-muluk. Naikkan Liga 1, punya visi-misi yang jelas, jangan mengubah nama SFC karena nilai jual SFC, identitas kita, jangan pindah homebase," ujar Qusoi.
Baca juga: Nasib 10 Mantan Pemain Sriwijaya FC yang Gajinya Belum Dibayar, Berikut Daftar Pemainnya
Baca juga: Kegalauan Eks Pemain Sriwijaya FC Saat Beredar Kabar Bomba Group Bakal Akusisi SFC dan HZ Lengser
Ia mengingatkan sudah saatnya Sriwijaya FC mempersiapkan diri untuk membentuk kerangka tim menghadapi Liga 2 2022.
"Liga 1 sudah akan berakhir. Berarti akan memulai lagi Liga 2. Liga 3 sudah akan final. Kalau sudah deal dengan Bomba, harapan kita soal hutang piutang sudah lunas semua. Pemain SFC bayarlah gajinya," katanya.
Apalagi ini sudah akhir bulan Maret, harusnya sudah membentuk kerangka tim, pemain-pemain SFC yang kemarin itu butuh kepastian baik itu gaji maupun ataupun yang akan dipertahankan.
"Sangat disayangkan informasi yang kita dapat coacj Nil Maizar sudah di Dewa United. Siapa penggantinya hanya dua inilah kalau tidak Mas Kas Hartadi atau RD (Rahmad Darmawan)," kata Qusoi.
Kenapa Kas Hartadi dan Rahmad Darmawan yang direkomendasikan? Alasannya kata Qusoi karena sudah punya sejarah besar dengan Sriwijaya FC.
"Dan kedua coach ini berhasil membawa tim Liga 2 mereka ke Liga 1. Dan mereka sudah tahu karakter wong Palembang, karakter Sriwijaya FC," pungkasnya. (fiz)