Berita PLN

PLN Galakkan Penggunaan SPLU-M untuk Pedagang di Pedestrian Taman Jomblo Kota Jambi

PLN Galakkan Penggunaan Stasiun Pengisian Listrik Umum Mobile (SPLU-M) Untuk Pedagang di Pedestrian Taman Jomblo Kota Jambi

PLN
Pemasyarakatan Program Dedieselisasi di Lingkungan Pedagang, PLN Galakkan Penggunaan Stasiun Pengisian Listrik Umum Mobile Untuk Pedagang di Pedestrian Taman Jomblo Kota Jambi 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAMBI- Saat ini, PLN tengah melakukan dedieselisasi atau konversi sekitar 5.200 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang masih beroperasi di sejumlah wilayah, khususnya wilayah terpencil.

Dedieselisasi menjadi program kunci dalam roadmap yang disusun Kementerian ESDM untuk mencapai target Net Zero Emission 2060.

Menyambut baik program tersebut, PLN UP3 Jambi turut berpartisipasi dalam program dedieselisasi di lingkungan pedagang kaki lima dengan memanfaatkan Stasiun Pengisian Listrik Umum Mobile (SPLU-M) sebagai pengganti sumber listrik peralatan berbahan bakar diesel dan genset yang digunakan oleh para pedagang di Pedestrian Taman Jomblo Kota Jambi

Para pedagang yang sebelumnya menggunakan mesin diesel atau genset sebagai sumber listrik, kini tak perlu repot-repot lagi menyalakan dan mematikan mesinnya.

Cukup dengan pulsa/token SPLU-M, para pedagang kaki lima sudah dapat menikmati listrik untuk aktivitas dagangnya. Penggunaan SPLU-M relatif lebih ringkas, ramah lingkungan, tidak bising, dan hemat. Dengan SPLU-M, udara dapat menjadi lebih bersih karena bebas asap mesin diesel.

Selain itu, pedagang kaki lima bisa lebih hemat. Penggunaan genset yang memakan biaya Rp. 7.500-15.000 per hari kini hanya menghabiskan biaya kurang dari Rp. 2.000,- per hari dengan sumber listrik dari SPLU-M.

Chandra Kirana, salah satu pedagang mengungkapkan ia merasa sangat terbantu semenjak adanya SPLU-M, karena pengeluaran untuk membeli bahan bakar minyak bisa berkurang.

“Semenjak adanya SPLU Mobile ini, kami sangat terbantu karena kami dapat menggunakan listrik dengan mudah, murah, dan bersih. Biasanya kami satu pedagang menghabiskan biaya sekitar 15rb untuk genset. Itu digunakan hanya selama dua hari dari jam enam sore sampai jam sepuluh malam. Sekarang setelah memakai SPLU Mobile kami hanya mengeluarkan sepuluh ribu satu orangya untuk pemakaian bisa mencapai dua minggu. Biasanya kami sepuluh orang patungan sepuluh ribu untuk beli token seratus ribu.” ungkap Candra.

Kini, sudah tersedia 10 unit SPLU-M yang dapat dimanfaatkan oleh para pedagang kaki lima Pedestrian Taman Jomblo Kota Jambi. Satu unit SPLU-M dapat digunakan oleh sekitar 10 Pedagang.

Dedieselisasi pedagang kali lima dengan konsep migrasi sumber listrik dari mesin diesel menjadi SPLU-M ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif dalam menunjang perekonomian para pedagang kaki lima, tetapi juga dapat mendukung transisi energi bersih di lingkungan masyarakat serta mendukung program Kementerian BUMN dalam mencapai Net Zero Emission 2060. (RIL)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved