Berita Lubuklinggau

PTM 50 Persen di Lubuklinggau Kembali Digelar Pekan Depan, Sesuaikan Zona Covid-19

Pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen di Kota Lubuklinggau kembali digelar pekan depan.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau, Dian Candera saat meninjau SMPN 2 Lubuklinggau beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen di Kota Lubuklinggau kembali digelar pekan depan.

Hal ini menyusul hasil evaluasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau karena lonjakan kasus semakin menurun.

Meskipun status Kota Lubuklinggau saat ini masih Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM) Level 3.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau, Dian Candera mengatakan pembelajaran dalam jaringan (daring) ini akan kita evaluasi lagi.

"Kemarin kita telah coba di Minggu pertama karena kasus konfirmasi cukup banyak," ungkap Dian pada wartawan, Rabu (9/3/2022).

Bila tidak ada perubahan pada hari Jumat-Sabtu mendatang Disdikbud akan melakukan evaluasi bersama seluruh sekolah di Kota Lubuklinggau.

"Hasil analisa nanti apabila yang tidak zona merah akan kita berlakukan PTM 50 persen, Karena beberapa sekolah sudah mempersiapkan untuk tatap muka lagi, supaya pembelajaran lebih optimal," ujarnya.

Baca juga: Warga Saling Dorong Saat Antre Minyak Goreng di Lahat, Pagar Nyaris Roboh, Ada Korban Luka

Menurut Dian status PPKM level 3 sebenarnya masih bisa menggelar pembelajaran tatap muka, namun karena di beberapa sekolah ada yang konfirmasi positif akhirnya kembali daring.

"Kemungkinan minggu depan kita mulai PTM 50 persen lagi, tapi kita sesuaikan dengan daerahnya masing-masing, kalau daerah zona merah kita tunda dulu," ungkapnya.

Sementara untuk daerah zona merah tadi menyusul sembari dilakukan evaluasi, selain itu, Disdikbud akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk masalah serbuan vaksin pelajar.

"SD 73 persen, SMP 71 persen, kendala agak lambat karena ada yang demam dan mungkin kendala lainnya, seperti SMP ternyata kurang masif sedangkan SD sudah sangat sangat masif," ujarnya. 

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved