Berita PALI Serasi Nia

Kabupaten PALI Miliki Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Utamakan Kesetaraan Gender

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini telah memiliki desa sebagai role model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA)

SRIPOKU/REIGAN
Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI– Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini telah memiliki desa sebagai role model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) untuk langkah awal mengimplementasikan pembangunan yang berperspektif gender agar dapat mempercapat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) desa yang merupakan arah kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Hal demikian diketahui saat Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Bencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten PALI menggelar launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang dihadiri langsung Wakil Bupati PALI, Drs H Soemarjono bertempat Aula Lapangan Golf Kelurahan Handayani Mulya kecamatan Talang Ubi.

Wabup PALI, Drs H Soemarjono menuturkan bahwa, dasar hukum pelaksanaan adanya Peraturan Daerah Kabupaten PALI nomor 9 tahun 2017 tentang pengarusutamaan atau untuk mencapai kesetaraan gender dalam pembangunan daerah. 

Kemudian Perda Kabupaten PALI nomor 3 tahun 2019 tentang penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak. Dokumen pelaksanaan anggaran satuan kerja perangkat daerah DPPKBPPPA Kabupaten PALI tahun 2022.

“Ini merupakan langkah awal implementasi pembangunan yang perspektif gender untuk dapat mempercepat pencapaian SDGs yang merupakan arah kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui penetapan model desa ramah perempuan dan peduli anak," ungkap Soemarjono. 

Sementara, Kepala DPPKBPPPA PALI, Yenni Nopriani berkata bahwa DRPPA merupakan desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak kedalam tata kelola penyelenggaraan pemerintah desa, pembangunan desa serta pembinaan masyarakat desa yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan. 

"Desa dan kelurahan juga harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya perempuan dan anak, memenuhi hak perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi serta tersedia sarana prasarana publik yang ramah perempuan dan anak.” Jelasnya. 

Selain itu, tambah Yenni, DRPPA juga diharapkan dapat memperkecil kesenjangan gender serta meningkatkan peran aktif perempuan terutama dalam bidang politik, pengambilan keputusan dan ekonomi. 

"Untuk mewujudkan kesetaraan gender sesuai tujuan SDGs 2030 ,maka pembangunan dimulai dari desa dan kelurahan sesuai arahan presiden RI. Berpedoman pada arahan tersebut, pada bulan november 2020 Kementerian PPPA bersama Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi telah menandatangani MoU dalam rangka mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak. Pemerintah daerah diminta untuk menetapkan model DRPPA melalui rapat keputusan kepala daerah," tambahnya. 

Ada 10 indikator dalam pembangunan DRPPA ,dijabarkan Yenni yaitu tersedianya data desa yang terpilih tentang perempuan dan anak. Tersedianya Perdes tentang DRPPA, tersedianya pembiayaan dari keuangan desa untuk mewujudkan DRPPA melalui pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di desa keterwakilan perempuan di struktur dan kelembagaan desa. 

Meningkatnya perempuan wirausaha di desa, meningkatkan partisipasi perempuan dan anak dalam  proses pembangunan desa. Meningkatnya peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan juga pendidikan anak. 

Kemudian, tak ada anak yang bekerja. Tidak ada anak yang menikah diusia dini. Tidak adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak serta korban tindak pidana perdagangan orang. 

"Untuk mewujudkan DRPPA dalam mendukung SDGs 2030 di desa, Pemkab PALI menunjuk Desa Babat Kecamatan Penukal, Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi dan Kelurahan Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi sebagai model DRPPA," ungkapnya. (SP/REIGAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved