Imlek 2022
Penyebab Klenteng Dewi Kwan Im 10 Ulu Palembang Tidak Pasang Lampion Jelang Imlek 2022
Klenteng Tri Dharma Chandra Nadi atau lebih dikenal Klenteng Dewi Kwan Im di kawasan 10 Ulu tahun ini tidak memasang lampion Jelang Imlek 2022
Penulis: Hartati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Klenteng Tri Dharma Chandra Nadi (Soei Goeat Kiang) atau lebih dikenal Kelenteng Dewi Kwan Im di kawasan 10 Ulu tahun ini tidak memasang lampion seperti perayaan Imlek tahun lalu.
Ketua Pengurus Klenteng Dewi Kwan Im Tjik Harun mengatakan tidak ada persiapan khusus yang dilakukan menyambut perayaan Imlek tahun 2022 karena masih dalam kondisi pandemi.
Pengurus sengaja tidak memasang lampion karena tidak ingin tahun baru nanti mengundang warga yang lain bergerombol ke Kelenteng.
Jadi Kelenteng hanya untuk sembayang saja bagi warga Tionghoa menyambut Imlek.
"Sama seperti tahun lalu tidak kita pasang lampion dan hanya sembayang saja karena pandemi jadi kita juga menghimbau agar umat bisa sembayang dari rumah atau juga bisa sembayang hingga hari ke 15 saat Cap Go Meh nanti jadi tidak serentak dan membludak saat Imlek saja," ujar Tjik Harun, Minggu (30/1/2022).
Tjik Harun mengakui Imlek tahun lalu jumlah umat yang sembayang turun drastis karena masih dalam kondisi pandemi.
Umat juga lebih paham dengan situasi saat ini jadi selain dihimbau tidak berkerumun dan menerapkan protokol kesehatan ketat mereka juga sudah menjalankan nya selama ini dalam keseharian.
"Kita minta umat yang akan sembayang menerapkan protokol kesehatan ketat dan Kelenteng ini juga buka 24 jam dan tidak ada jam khusus sembayang nya jadi mengalir saja ibadahnya sehingga tidak ada keramaian dan kerumunan orang," tambahnya.
Dia juga mengatakan tradisi Imlek open house bersilaturahmi juga sudah sedikit sekali atau banyak yang tidak mengelar silaturahmi sejak perayaan Imlek tahun lalu karena alasan pandemi.
Warga Tionghoa yang merantau di luar negeri juga tahun ini banyak yang tidak pulang karena mengingat pandemi ada kemunculan kasus varian baru Omicron di luar negeri.
Mereka menahan diri tidak pulang dengan kebaikan bersama dan silaturahmi tetap bisa dilakukan secara virtual.
"Mau pulang juga tiket mahal dan situasi tidak memungkinkan karena pandemi, tapi syukur di Palembang kasus Covid-19 melandai dan mudah-mudahan tahun depan pandemi usai agar kita semua bisa beraktivitas normal seperti sediakala dan perayaan Imlek kembali meriah," harap Tjik Harun.