Berita Palembang
Belum ada Lampion, Melihat Kelenteng Dewi Kwan Im 10 Ulu Palembang Jelang Imlek 2022
Kelenteng Dewi Kwan Im atau Chandra Nadi 10 Ulu Palembang mulai bersiap Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2022.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2022, kelenteng Tri Dharma Chandra Nadi (Soei Goeat Kiang) atau yang sering disebut sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im di kawasan 10 Ulu, Palembang telah melakukan berbagai persiapan.
Persiapan menyambut Imlek telah dilakukan sejak tanggal 24 Februari 2022 dengan melakukan pembersihan.
Terpantau di lokasi, pekerja yang ada di Kelenteng Dewi Kwan Im tengah membersihkan Altar dan dinding dengan menggosoknya hingga tampak bersih.
Sementara itu, lampu lampion yang biasanya terpasang menjelang tahun baru Imlek, kini belum terpasang.
Sebelumnya tradisi pencucian patung Dewa telah dilakukan kemarin Kamis (27/1/2022) sebagai tradisi mengantar Dewa-Dewi ke langit dengan sembahyang pada malam sebelum pencucian.
Tjik Harun selaku Ketua Pengurus Klenteng Dewi Kwan Im mengatakan pembersihan patung-patung dan altar dilakukan sebagai salah satu usaha dengan harapan mendapat berkah dalam kehidupan di tahun mendatang serta terhindarkan dari musibah dan bencana sekecil apapun.
"Mencuci patung dewa dewi merupakan salah satu usaha dengan harapan mendapat berkah dalam kehidupan di tahun mendatang serta terhindarkan dari musibah dan bencana sekecil apapun. Tujuannya juga untuk diberikan kesehatan pada masa-masa yang akan datang, " kata Tjik Harun, Jumat (28/1/2022).
Pembersihan segala patung, altar dan setiap sudut Klenteng menggunakan bahan yang sesuai dengan patung.
"Pembersihan altar menggunakan bahan sabun dan menggosoknya hingga mengkilap, " katanya
Kurang lebih ada delapan hingga sepuluh patung Dewa-Dewi yang ada di Kelenteng Dewi Kwan Im digunakan umat untuk berdoa setiap kali datang.
Patung Dewa dewi tempat meliputi Dewi Kwan Im, Kwan Te, Pausen Tati, Dewa Macu, Buddha Sidharta Gautama, Maitreya, Dewa Macan, Dewa Penjaga Alam Baka, Chun Liong.
"Umat yang berdoa ke setiap patung dewa secara berurutan ada yang doa meminta jodoh, kesehatan, keselamatan, kemudahan rezeki dan sebagainya, " katanya.
Baca juga: Semarak Imlek dengan Chinese New Year Dinner 2022 by Novotel Palembang
Sekretaris Pengurus Klenteng Jhony Prima mengatakan, pada perayaan tahun baru Imlek tidak akan berlangsung meriah seperti dua tahun lalu.
Hal ini terlihat dari lampu lampion yang belum terpasang.
"Karena sekarang masih pandemi, kami tidak ingin tahun baru nanti mengundang warga yang lain bergerombol ke Kelenteng. Sehingga untuk perayaan tahun baru Imlek difokuskan untuk umat Tionghoa, " ujarnya.
Ia menambahkan, ratusan lilin berbagai ukuran juga sudah disiapkan untuk keperluan upacara menyambut tahun baru Imlek.