Berita Lahat

Rapat Kerawanan Bencana di Lahat, Cik Ujang Minta Camat dan Kades Aktif dan Waspada

BPBD Lahat mencatat pada 2021, ada tujuh kali kejadian longsor di Kabupaten Lahat,  23 kali angin puting beliung dan 10 kali banjir di Lahat

Tayang:
SRIPOKU/EHDI
Rapat bersama antisipasi Bencana alam di Lahat yang dihadiri Bupati, wakil Bupati, Dandim, Kapolres, Kajari dan jajaran OPD di Oproom Pemkab Lahat, Kamis (27/1/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT- Prediksi hujan yang akan terus turun hingga Maret 2022, Pemkab Lahat kini mulai bersiap mengantisipasi bencana alam.

Pemkab Lahat,  TNI-Polri,  Kejaksaan dan OPD menggelar rapat membahas persiapan dalam hal mengantisipasi  bencana mulai dari longsor,  banjir hingga angin puting beliung, Kamis (27/1/2022) .

Kepala BPBD Pemkab Lahat,  Drs Ali Afandi mengungkapkan terjadi puluhan bencana pada tahun 2021 bahkan diantaranya menelan korban jiwa. 

Dalam catatannya,  ada tujuh kali kejadian longsor di Kabupaten Lahat,  23 kali angin puting beliung yang menyebabkan pohon tumbang dan 10 kali banjir yang berdampak kepada warga.  

Kerawanan pun tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Lahat.  

"Kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat Lahat masuk dalam katagori daerah yang akan mengalami curah hujan cukup tinggi hingga Maret mendatang.  Hal itu bisa berdamak terjadinya longsor,  banjir. Terlebih,  Lahat masuk dalam jalur bukit barisan dimana banyah wilayah yang curam dan perbukitan.  Kerawanan ditambah banyaknya hutan yang dimanfaatkan warga, " katanya dalam rapat di Oproom Pemkab Lahat,  Kamis (27/1/2022). 

Selain wilayah perbukitan, kerawanan juga terjadi pada jalan. 

Lalu jalan negara,  jalan provinsi dan Kabupaten. 

Begitu juga dengan jembatan, terlebih di tahun 2021 terdapat jalan ambles dan jembatan roboh.  

Menyikapi hal itu,  Kapolres Lahat,  AKBP Eko Sumaryanto,  SIK mengusulkan adanya posko terpadu yang nantinya melibatkan semua pihak. 

Selain untuk memudahkan memantau daerah rawan juga agar mudah dilakukan koordinasi saat bencana terjadi. 

Namun,  posko tersebut diharapkan Kapolres Lahat,  benar benar berjalan. 

Memiliki SDM, memiliki kontak koordinasi dan prasarana yang dibutuhkan.  

"Tadi sudah kita dengarkan hal hal yang perlu dipersiapkan.  Jadi untuk mengatisipasi juga perlu adanya posko dibeberapa tempat.  Posko tersebut bisa memudahkan pemantauan dan koordinasi jika terjadi bencana, "sampainya.  

Sementara,  dalam mempersiapkan jika terjadinya bencana Pemkab Lahat sendiri sudah menyiapkan sejumlah alat berat yang ditempatkan di beberapa kecamatan .

Begitu juga,  Dinas Sosial sudah menyiapkan kebutuhan seperti beras,  selimut,  kasur sebagai bantuam dini jika masyarakat terkana dampak bencana.  

Bupati Lahat,  Cik Ujang,  SH meminta semua bersinergi untuk meminimalisir korban jiwa dari satu bencana.

"Sedia payung sebelum hujan sudah harus kita lakukan agar bencana setidaknya tidak menelan korban jiwa, "tegas Bupati Lahat,  cik Ujang,  SH.  

Ditegaskanya,  semua pihak harus serius dalam antisipasi ini.

"Seperti camat harus aktif memantau wilayahnya. Jangan meninggalkan wilayah selama masa antisipasi ini, Begitu juga dengan Kades termasuk warga harus waspada," katanya

Dan kepada perusahaan perusahaan yang ada di Lahat agar terketuk jika ada bencana bisa membantu seperti alat berat.  

"Saya minta juga pihak terkait agar segera melakukan pantauan ke lokasi rawan bencana.  Pelajari dan cari solusi agar bisa meminimalisir bencana.  Segera pasang himbauan ke masyarakat agar mereka tahu jika Lahat akan terus turun hujan, "tegasnya. 

Baca juga: Dicari Tak Ketemu, Pria di Lahat Tewas Tertimbun Longsor di Perbatasan Sumsel

Sementara,  ada beberapa kecamatan yang rawan longsor seperti Kecamatan Tanjung Sakti Pumu,  Tanjung Sakti Pumi, Pulau Pinang,  Jarai,  Pajar,  Bulan,  Muara Payang dan bebarapa kecamatan lainya. 

Sementara,  wilayah rawan banjir berada di Kota Lahat,  Gumay Talang,  Kikim Area,  Merapi Timur.

Untuk Puting beliung rawan terjadi di Kecamatan Kota Agung,  Mulak Ulu,  Mulak Sebingkai,  Pagar Agung.  

"Kita waspada dan kita berdoa agar bencana tidak terjadi, "tutupnya.  (SP/EHDI)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved