Berita PALI Serasi Nia

Pemkab PALI Ambil Alih Lahan Tidur Seluas 75 Hektare, Ada Tiga Opsi Pemanfaatan

Pemkab PALI mengambil alih lahan tidur seluas 75 Hektare yang terletak di Desa Sukamaju Kecamatan Talang Ubi.

SRIPOKU/FAJERI
Dinas Pertanian PALI saat melihat lokasi lahan tidur seluas 75 Hektare yang terletak di Desa Sukamaju Kecamatan Talang Ubi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengambil alih status lahan seluas 75 Hektare yang terletak di Desa Sukamaju Kecamatan Talang Ubi.

Hal ini guna pemanfaatan lahan tidur, sehingga dimunculkan opsi pemanfaatan oleh pemerintah di Bumi Serepat Serasan.

Diketahui lahan 75 Hektare tersebut merupakan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Dimana sebelumnya dimanfaatkan pembibitan karet dan kelapa sawit.

Wakil Bupati PALI, Drs H Soemarjono melalui Plt Kepala Dinas Pertanian PALI, Ahmad Jhoni berkata bahwa proses pengambil alihan lahan tersebut segera dilakukan, mengingat lahan itu saat ini menjadi lahan tidur. 

"Belum lama ini kita bersama pak Wabup berkunjung ke kantor pusat PTPN di provinsi Lampung untuk membahas proses peralihan lahan itu. Namun, proses peralihan tidak bisa dilakukan secara hibah melainkan secara ganti rugi." ungkap Jhoni, Rabu (26/1/2022).

"Secara keseluruhan tidak ada masalah. Karena memang aturannya seperti itu," tambahnya.

Dijelaskan, saat pertemuan dengan petinggi PTPN, bahwa pihak PTPN setuju lahan itu diambil alih Pemkab PALI.

Bahkan, kata dia, pihak PTPN menawarkan kerjasama pengelolaan lahan itu dengan ditanami tanaman berumur pendek. 

"Lahan itu saat ini vakum, sebelumnya memang menjadi pusat pembibitan karet dan kelapa sawit. Namun sudah lama tidak dikelola dan saat ini hanya ditumbuhi semak belukar. Proses pengambil alihan segera dilakukan agar lahan itu bisa dimanfaatkan," terangnya. 

Ahmad Jhoni yang juga menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI menjelaskan, setelah diambil alih maka perencanaan kedepan dalam mengelola lahan itu ada tiga opsi peruntukkannya. 

"Ada tiga opsi perencanaan pemanfaatan lahan itu, yakni menjadi pusat pendidikan Katahanan Keamanan, atau dijadikan ISI (Institut Seni Indonesia) dan opsi ketiga adalah dijadikan lahan menunjang program ketahanan pangan, misalkan penanaman jagung, ubi atau peternakan untuk peningkatan produksi pangan," ujarnya. (SP/REIGAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved