Berita PALI Serasi Nia

Pegawai Kantor Bupati PALI Antusias Jalani Vaksin Booster, Dirut RSUD Jadi Vaksinator

Pegawai ASN maupun Non ASN Kantor Bupati PALI nampak antusias mengikuti vaksin booster atau vaksin ketiga,Selasa (25/1/2022).

SRIPOKU/REIGAN
Suasana pemberian vaksin booster di aula kantor Bupati Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini tengah menggalakkan vaksin booster terhadap pegawai pemerintahan yang ada di Bumi Serepat Serasan. 

Pegawai pemerintahan baik ASN maupun Non ASN yang ada di Kantor Bupati PALI Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi nampak antusias mengikuti vaksin booster atau vaksin ketiga.

Staf ahli Bupati PALI, Kabag Humas, Kasubag Humas serta pegawai Non ASN Rela antre mendapatkan Vaksin Booster.

Memberikan rasa aman dan nyaman kepada pegawai di kantor Bupati PALI, langsung turun sebagai vaksinator ialah Dirut RSUD Talang Ubi PALI, dr Tri Fitrianto, Selasa (25/1/2022).

"Syarat mendapatkan Vaksin Booster ialah sudah menerima vaksin dosis kedua," ungkap dr Fitri sapaannya, Selasa.

Menurutnya, hal ini dilakukan guna warga di Bumi Serepat Serasan bisa mencegah beredarnya virus Covid-19, apalagi saat ini sudah ada jenis Omicron yang kini menjadi momok menakutkan masyarakat.

"Selain vaksin kita juga dituntut hidup sehat dan disiplin menerapkan Protokol kesehatan," ujarnya.

Dijelaskan, pemberian vaksin booster ini harus berbeda dengan vaksin dosis pertama dan kedua. 

Dimana, jika vaksin pertama dan kedua menggunakan jenis Sinovak, maka vaksin booster minimal jenis Moderna atau Astra zeneca. 

"Namun yang paling banyak saat ini stoknya adalah jenis vaksin Fizer," jelasnya.

Selain melakukan vaksin booster, jelas dr Fitri, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten PALI juga menggalakkan pemberian vaksin untuk anak usia 6-11 tahun. 

"Kita bekerjasama dengan dinas pendidikan untuk pemberian vaksin kepada anak. Orang tua juga boleh ikut memantau perkembangan vaksin untuk anaknya. Apalagi kesehatan sang anak sedang tidak baik, boleh ditunda (pemberian vaksin)," ujarnya. (SP/REIGAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved