Breaking News:

Berita OKI

1396 Perkara Perceraian Disetujui di PA Kayuagung OKI, Naik Dibanding Tahun 2020

Angka Perceraian Tahun 2021 di Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir naik dibanding tahun 2020. Total 1396 pasangan Bercerai pada tahun 2021.

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Pengunjung mengantre di pengadilan negeri agama kelas 1B Kayuagung, Jum'at (14/1/2022) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Pengadilan Agama Kelas 1B Kayuagung yang meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI) pada tahun 2021 menyetujui sebanyak 1396 permohonan kasus perceraian dari pasangan suami istri.

Jumlah itu meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2020 lalu yaitu sebanyak 1.354 perkara.

Ketua Pengadilan Agama Klas 1B Kayuagung, Afrizal melalui Humas PA, M Arkom Pamulutan mengatakan, ribuan pasangan tersebut sudah resmi berpisah dan mendapatkan akta cerai.

"Total dari 1396 perkara cerai yang disetujui, maka jumlah janda dan duda di wilayah OKI-OI tahun kemarin bertambah sebanyak 2792 orang," katanya ketika dikonfirmasi, Jum'at (14/1/2022) siang.

Lebih lanjut disampaikan, perkara perceraian lebih dominan cerai gugatan ketimbang cerai talak.

Dengan rincian cerai gugat sebanyak 1.073 kasus, sedangkan cerai talak hanya 323 kasus.

"Faktor perselisihan dan pertengkaran yakni ada 1207 perkara. Dibandingkan tahun lalu perkara yang masuk meningkat," papar dia.

Baca juga: Buron 2 Tahun, Pencuri Motor di SP Padang OKI Ditangkap Saat Sembunyi di Plafon Rumah

Dikatakannya perselisihan dan pertengkaran yang terjadi juga bisa karena perselingkuhan dan ada sekitar 30 persen dari perkara yang disetujui. 

"Dihimbau untuk pasangan yang ingin bercerai sebaiknya mengurungkan niat mereka. Sebab menurut pandangan saya aturan menikah itu bukan untuk bercerai, tapi menikah itu harusnya untuk punya anak, cucu dan lainnya," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved