Breaking News:

Berita Prabumulih

Beraksi Belasan Kali, Begal Sadis Lintas Daerah Akhirnya Tumbang di Prabumulih

Petualangan Dadang Sajidin, pelaku begal sadis yang telah beraksi 14 kali di sejumlah Kabupaten di Sumsel berakhir di Prabumulih

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Tersangka Dadang Sajidin, pelaku begal sadis yang telah beraksi 14 kali di sejumlah Kabupaten di Sumsel diamankan di Polres Prabumulih, Kamis (13/1/2022) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Setelah tiga tahun buron, akhirnya Begal sadis yang telah beraksi 14 kali di beberapa Kabupaten kota di Sumsel keok dilumpuhkan timah panas tin Gurita Satreskrim Polres Prabumulih.

Team Gurita Polres Prabumulih yang dipimpin langsung kanit Pidum Polres Prabumulih Ipda Dohan Yoanda Prima STrK meringkus pelaku di tempat persembunyian di Kabupaten OKU Selatan, pada Kamis (12/1/2022) pukul 01.30.

Tersangka yakni Dadang Sajidin (21) warga Desa Rambang Nia Kecamatan Simpang Kabupaten OKU Selatan.

Dadang tercatat telah melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di beberapa daerah diantaranya di Kabupaten Muaraenim di 3 Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Baturaja sebanyak 3 TKP, di Tanjung Enim sebanyak 2 TKP, di Martapura sebanyak 3 TKP dan di Kota Prabumulih sebanyak 3 TKP.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Jailili SH MSi didampingi Kanit Pidum Ipda Dohan Yoanda Prima STrK mengungkapkan diringkusnya Dadang bermula dari laporan Siti Hadijah (53) ke SPKT Polres Prabumulih.

Dalam laporannya, warga Desa Lubuk Ketam Kecamatan Belida Darat Kabupaten Muaraenim itu mengaku menjadi korban begal motor saat tengah menyadap karet di Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih pada Jum'at (7/1/2019) sekitar pukul 09.00.

"Saat itu Siti Hadijah bersama suaminya Yahuza (55) sedang menyadap karet di kebun milik Harpani di kawasan Kecamatan Prabumulih Barat, lalu datang pelaku bersama 2 rekan lainnya langsung menembak paha sebelah kanan korban menggunakan senjata rakitan jenis Pistol," ungkap Kasat Reskrim kepada wartaaan, Kamis (13/1/2022).

Setelah menembak paha Yahuza, para pelaku langsung mengambil sepeda motor Honda Beat milik korban yang sedang berada terparkir di dekat pondok.

Akibat peristiwa itu Yahuza terpaksa mengalami luka amputasi di bagian kaki sebelah kanan dikarenakan luka tembak.

"Kita lakukan penyelidikan dan mengetahui pelaku berada di Kabupaten OKU Selatan, lalu tim Gurita kita tanpa membuang waktu langsung berangkat dan meringkus pelaku," tegasnya.

Kasat Reskrim menuturkan, setelah dilakukan pengembangan pelaku mengakui telah melakukan tindak pidana Pencurian Dengan Kekerasan sebanyak 14 kali di beberapa wilayah di Sumsel.

"Tersangka akan kita jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," tuturnya seraya mengatakan korban terpaksa diamputasi akibat perbuatan pelaku.

Baca juga: Dilintasi Truk Material Proyek Tol, Jalan Desa Talang Batu Prabumulih Rusak Parah

Sementara itu, Dadang dihadapan petugas mengakui perbuatannya melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di beberapa daerah dengan terlebih dahulu mensurvey wilayah target.

"Selain di kota Prabumulih juga di Baturaja dan Muaraenim pak, uang hasil menjual barang curian dipakai poya-poya," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved