Breaking News:

Berita Palembang

Over Kredit Kendaraan Tanpa Diketahui Leasing Bisa Terancam Pidana, Ini Penjelasanya

Over kredit kendaraan misalnya mobil atau motor boleh saja dilakukan asal resmi dan diketahui perusahaan pembiayaan asalnya

Penulis: Hartati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Customer service PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) Palembang tengah melayani nasabah yang mengajukan pembiayaan mobil. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Membeli kendaraan bermotor dengan cara mencicil pada perusahaan pembiayaan bukan cuma sebatas membayar dan lunas saja sebab ada kalanya pembayaran oleh debitur terkendala oleh hal yang tidak terduga. 

Tapi debitur juga harus paham apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa kontrak pembiayaan masih berlangsung agar tidak bermasalah apalagi terlibat dalam hukum sebab ada undang-undang yang mengatur mengenai pembiayaan kendaraan bermotor yang dikenal dengan fidusia. 

Kepala Cabang Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL) Palembang Indra mengatakan dari sekian banyak debitur pembiayaan yang dia tangani ada dua orang yang tidak bisa melunasi pembiayaan bahkan unit mobil yang dibiayai juga diserahkan ke pihak lain tanpa sepengetahuan leasing bahkan mobil itu raib. 

Dia terpaksa menempuh jalur hukum karena tidak ada itikad baik dari debitur melunasi sisa pembayaran. 

"Kita ingin ingatkan ke masyarakat bahwa masalah take over itu bukan hal sepele karena diatur dalam undang-undang dan bisa diancam pidana jadi jangan main-main," ujar Indra, Selasa (11/1/2022). 

Indra mengatakan terpaksa menempuh jalur hukum untuk memberikan efek jera ke debitur nakal sebab itikad baik dengan cara mediasi sudah dilakukan tapi debitur malah tidak ada respon dan itikad baik.

Malah unit yang dibiayai dipindah tangankan ke orang lain dan kini hilang beserta orang yang diberi tanggungjawab meneruskan pembayaran cicilan tersebut. 

Dia mengatakan sebenarnya over kredit atau pemindahtanganan pembiayaan boleh saja dilakukan asal resmi dan diketahui perusahaan pembiayaan asalnya. 

Hal ini penting dilakukan karena perusahaan pembiayaan akan menilai apakah calon debitur selanjutnya ini mampu membayar cicilan yang masih tersisa. Jika mampu maka disetujui.

Tapi jika tidak maka tidak akan disetujui sebab perusahaan leasing juga tidak ingin ambil resiko memberikan izin namun kemudian hari bermasalah dan tidak bisa membayar juga. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved