Breaking News:

Berita Palembang

Kekosongan Bupati dan Wabup di OKU, Pengamat Unsri Dr Febrian: Parpol Harus Sepakat 

Pengamat politik Unsri Dr Febrian menilai kekosongan kepala daerah di Ogan Komering ulu (OKU) tidak boleh terlalu lama

TRIBUNSUMSEL.COM
Pengamat politik Unsri Dr Febrian menilai kekosongan kepala daerah di Ogan Komering ulu (OKU) tidak boleh terlalu lama, Selasa (11/1/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pasca meninggalnya Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Kuryana Azis dan Johan Anuar, OKU masih dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

Menurut pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian, jika kekosongan kepala daerah itu tidak boleh terlalu lama dan hanya diemban jabatan Plt.

Sebab seorang jabatan Plt memiliki keterbatasan kewenangan dalam mengelola anggaran. 

"Kalau melihat gaya kepemimpin gubernur yang diiyakan oleh pusat, harusnya sudah ada Pj untuk Bupati, mengingat sangat lama diberikan ke Plh," Kata Febrian, Selasa (11/1/2022).

Ia pun menilai, belum adanya perubahan Plt Bupati ke Pj Bupati itu karena masih adanya tarik menarik kepentingan politik tertentu. 

"Menarikannya tiktok (bolak balik) pemerintahan, kalau Pj belum juga atau satu tahun kosong jabatan untuk Bupati definif, bisa saja Jakarta (Kemendagri) turun, karena keputusan akhir ada disana," jelasnya. 

Ia pun menilai, jika dalam aturan bisa saja dilakukan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati OKU melalui DPRD setempat, untuk mengisi kekosongan kepala daerah, mengingat jabatan kepala daerah adalah jabatan politik. 

"Logikanya, karena kewenangan parpol seperti Muara Enim sebenarnya bisa dilakukan namun tidak selesai- selesai  sampai waktunya. Tapi kalau dia mulus jalannya bisa saja, termasuk di OKU bisa dilakukan," ucapnya. 

Dilanjutkan Febrian, dalam pengisian hal itu sebenarnya pengaruh pemerintahan provinsi cukup kuat "mengintervensi" untuk melakukan itu, mengingat suara rakyat juga harus dipertimbangkan selama pilkada 2020 lalu. 

"Jadi kalau didaerah sebenarnya pengaruh provinsi kuat, tapi realnya ada di daerah. Seberapa kuat campur tangan regional dan nasional didaerah itu tergantung seberapa besar daya tarik daerah, dan parpol harus menjauhkan ego masing-masing demi kepentingan rakyat, " pungkasnya.  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved