Breaking News:

Berita Prabumulih

Siasat Sri, Warga Prabumulih Tak Ingin Dapat Durian Mentah atau Busuk

Kota Prabumulih dibanjiri buah durian yang berasal dari Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang beberapa pekan terakhir.

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Sony pedagang durian ketika tengah melayani pembeli membeli durian di lapak miliknya di Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul, Minggu (7/1/2022). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sejak beberapa minggu terakhir kota Prabumulih dibanjiri buah durian yang berasal dari Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. 

Pantauan Tribunsumsel.com di lapangan pada Minggu (9/1/2022), sejumlah pedagang telah menjual buah berkulit berduri itu di beberapa titik ruas jalan di Prabumulih.

Para pedagang durian menggelar dagangan seperti di Jalan Jenderal Sudirman kota Prabumulih tepatnya diseberang Masjid Agung Prabumulih, di depan toko kue evi dan di simpang empat Tugu Kuda Kelurahan Muaradua.

Pedagang durian paling banyak menumpuk yakni di sepanjang Jalan Padat Karya khusunya disamping Mahkota cafe dan resto.

Warga Prabumulih berbondong-bondong membeli buah yang tekenal dengan bau harum menyengat dan rasa yang empuk tersebut.

Untuk harga sendiri dijajakan para pedagang dengan harga bervariasi mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu per buah. Namun kebanyakan pembeli membeli dengan sistem borong atau 3 buah seharga Rp 100 ribu, 4 bahkan 5 buah seharga Rp 100 ribu.

"Kami beli dari Tebing Tinggi dan dijual harga bervariasi," ungkap Sony, satu diantara penjual durian di Jalan Padat Karya ketika diwawancarai.

Sony menuturkan, penjualan durian saat ini sangat ramai karena buah rata-rata yang dijual sudah masak dan khusus di lapak miliknya bagi pembeli mendapatkan durian mentah maja bisa ditukar.

"Kalau dipilihkan terus setelah sampai rumah ternyata mentah maka boleh dikembalikan, kita jamin buah yang kita jual masak dan manis," bebernya seraya mengatakan buah yang masak tidak manis akan dijadikan tempoyak.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved