Breaking News:

Berita Banyuasin

Musim Hujan dan Harga Pupuk Mahal, Petani Cabai di Banyuasin Resah

Hujan yang mengguyur beberapa hari ini, juga berdampak pada petani cabai di Banyuasin resah dan waswas. Cabai berisiko busuk dan harga pupuk mahal.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Warsidi ketika memanen cabai di kebun miliknya di Desa Tanjung Sari Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Jumat (7/1/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Hujan yang mengguyur beberapa hari ini, juga berdampak pada petani cabai yang ada di Desa Tanjung Sari Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin.  Mereka petani merasa resah dan waswas. 

Kondisi hujan yang sering mengguyur, membuat petani cabai merasa waswas. Hal ini, karena bila hujan terus menerus dapat membuat cabai menjadi busuk. Sedangkan harga pupuk pun relatif mahal. 

Seperti yang diungkapkan Warsidi, ketika ditemui di kebun cabai miliknya, Jumat (7/1/2022). Menurut Warsidi, saat musim penghujan saat ini membuatnya selalu waswas. Bila tidak sering dipantau, maka cabai-cabai yang sudah banyak tumbuh bisa sewaktu-waktu busuk.

"Kalau hujan sekarang ini, sangat rentan cabai busuk. Selain itu, air juga akan menggenang di pinggir-pinggir gundukan tanah tempat pohon ditanam," katanya.

Selain hujan yang saat ini sedang tinggi, Warsidi juga mengaku kendala yang saat ini dihadapi adalah pupuk. Karena, pupuk untuk cabai saat ini terbilang mahal.

Setidaknya, untuk satu karung pupuk seberat 50 kilogram seharga Rp 700 ribu. Belum lagi, bahan tambahan lain seperti pembasmi hama. Meski memang, saat ini harga cabai menurut Warsidi cukup mahal.

"Sekarang Rp 20 ribu perkilogram. Tetapi, dengan kondisi puncak penghujan dan pupuk yang mahal menjadi kendala. Harapannya, ada perhatian dari pemerintah terkait pupuk. Jangan sampai, kami petani ini hanya mendapat capeknya saja," katanya.

Sedangkan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi menuturkan untuk pupuk kimia sekarang ini sangat mahal sekali.

"Solusinya harus kembali lagi ke pupuk organik atau pupuk kompos dan lainnya. Harganya lebih murah dan tidak merusak tanah. Tapi sekarang untuk merubah polah pikir masyarakat tani kita perlu waktu, makanya secara bertahap kita akan kampanyekan melalui PPL di lapangan," katanya.

Baca juga: Didampingi Orangtua, Siswa SD di Lahat Mulai Disuntik Vaksin Covid-19

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved