Breaking News:

Berita Banyuasin

Gondol Komputer dari SMAN 2 Prajen Banyuasin, Kaki Pria ini Ditembak Polisi

Polsek Mariana meringkus pelaku pencurian komputer di SMAN 2 Desa Perajen Kecamatan Banyuasin I pada Kamis (5/8/2021) lalu

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAT
Dapid Rusidi (43) Tersangka pencuri komputer di SMAN 2 Desa Perajen Kecamatan Banyuasin I Banyuasin saat diamankan di Polsek Mariana, Jumat (7/1/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Seorang pembobol sekolah diringkus Polsek Mariana, Kabupaten Banyuasin karena melakukan pencurian satu unit komputer merek Acer 21 Inch di SMAN 2 Desa Perajen Kecamatan Banyuasin I pada Kamis (5/8/2021) lalu sekitar pukul 06:45 WIB.

Dapid Rusidi (43) warga Desa Paldas, Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin ditangkap saat berada di kediamannya dan terpaksa diberi hadiah satu timah panas di kakinya saat melawan aparat.

Kapolsek Mariana, AKP Halim Kesumo mengatakan, melakukan aksinya itu, memanfaatkan kondisi sekolah yang sepi tersebut. Setelah itu, pelaku pada waktu itu langsung masuk melewati ruang tata usaha (TU) SMAN 2 Desa Perajen.

"Menindaklanjuti laporan korban yang bertugas staff sekolah tersebut, anggota kami langsung bergerak mencari keberadaan pelaku. Hingga akhirnya kita mendapatkan informasi kediaman pelaku. Ia ditangkap saat tidak jauh dari rumahnya, "ungkap dia saat press rilis, Jumat (7/1/2022).

Tersangka memanfaatkan situasi sekolah yang sedang sepi di pagi hari dan masuk ke ruang Tata Usaha (TU) sekolah.

Setelah berada di dalamnya, tersangka langsung mengambil satu unit komputer merek Acer seharga Rp 8 juta.

Selanjutnya pelaku langsung saja kabur mengendarai motor yang ketika itu dalam posisi mesin hidup.

Selain mengamankan pelaku dan satu unit komputer yang dicuri, pihaknya juga mengamankan satu unit motor Honda yang dipakai pelaku saat beraksi, tas ransel dan sebuah celana panjang.

"Modusnya pelaku masuk lewat ruang TU. Setelah itu langsung mengambil komputer, selanjutnya pelaku kabur. Selain itu, kita juga mengamankan satu komputer yang berada di rumah pelaku dan motor yang dipakai ketika beraksi, tas ransel dan celana panjang, " jelasnya.

Sedangkan komputer yang dicuri tersangka masih berada di rumahnya dan belum sempat terjual.

Untuk pelaku, dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Sementara tersangka Dapid, mengakui semua perbuatannya tadi.

Baca juga: 48 Jam Pencarian, Bocah Tengelam di Betung Banyuasin Ditemukan Meninggal Dunia

Dimana menurutnya, aksinya tersebut dilakukan karena tidak memiliki uang dan berencana menjual komputer tadi dan uangnya kan digunakan keperluan sehari-hari.

"Saya yang mencuri di SMAN 2 Desa Perajen, rencananya ini mau saya jual. Namun sebelum laku, saya sudah keburu tertangkap polisi pak, " ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved