Breaking News:

Berita Palembang

Enam Hari Beroperasi, Tercatat 26.071 Pengendara Terekam ETLE di Palembang Lakukan Pelanggaran

Enam hari beroperasi, hingga Kamis (6/1/2022)tercatat sebanyak 26.071 pengendara yang terekam melakukan pelanggaran lalulintas oleh kamera ETLE.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra menjelaskan soal ETLE di kota Palembang, Kamis (6/1/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Perangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang terpasang di sembilan titik kota Palembang sudah beroperasi sejak 1 Januari 2022.

Enam hari beroperasi, hingga Kamis (6/1/2022)tercatat sebanyak 26.071 pengendara yang terekam melakukan pelanggaran lalulintas oleh kamera ETLE.

Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra mengatakan, dalam sehari bisa ada ribuan pengendara yang terekam melakukan pelanggaran oleh kamera ETLE.

"Untuk hari saja hingga jam ini, ada 7.982 pelanggaran roda empat maupun roda dua yang terekam melakukan pelanggaran," ujarnya, Kamis (6/1/2022).

Namun dari jumlah ribuan tersebut, di masa sosialisasi saat ini Ditlantas Polda Sumsel hanya mengirim sebanyak 50 surat konfirmasi ke pelanggar setiap harinya.

"Melalui sistem ini, akan diketahui berapa jumlah pelanggarannya walaupun belum tentu semuanya bisa kita tindak. Mesti melalui tahap konfirmasi untuk memastikan lebih lanjut. Tapi setidaknya sistem ini bisa mencerminkan kepatuhan dari pengendara di kota Palembang," ucapnya.

Lanjut dikatakan, saat proses konfirmasi akan dipastikan mengenai beberapa hal diantaranya pelaku pelanggaran lalulintas yang terekam ETLE apakah sama dengan pemilik kendaraan.

Bila sama, akan langsung diberlakukan sanksi tilang berupa denda yang apabila tidak dibayar maka bakal berujung pemblokiran pajak kendaraan.

Namun prosedur denda baru akan dilakukan setelah masa sosialisasi ETLE selesai.

"Soal besarnya tarif denda, akan diberlakukan dengan peraturan yang berlaku," ujarnya.

Pratama mengungkapkan, pelanggaran yang ditindak melalui sistem ETLE adalah yang termasuk dalam pasal-pasal tilang.

"Diantaranya melawan arus, menggunakan handphone saat berkendara, tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman dan hal-hal lain yang masuk dalam pasal tilang," jelasnya.

Baca juga: Orangtua Siswa Terima Surat Persetujuan Vaksin Anak, Wajib Tandatangan Pakai Materai Rp 10 Ribu

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved