Breaking News:

Masih Bingung Beda Utang Produktif dan Utang Konsumtif? Ini Jawabannya

Utang memiliki 2 jenis, yaitu, utang produktif dan utang konsumtif.Keduanya tentu bisa memberikan dampak yang berbeda terhadap keuangan peminjam

NET
Perbedaan Utang Produktif dan Utang Konsumtif? Ini Jawabannya 

TRIBUNSUMSEL.COM- Semua orang pasti paham jika keputusan untuk mengambil utang atau pinjaman tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Hal ini dikarenakan keputusan tersebut bisa memberi dampak cukup besar terhadap kondisi keuangan di masa kini maupun di masa depan.

Secara umum, yang dimaksud dengan utang adalah dana yang didapatkan dari pihak lain dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan, tujuan keuangan, maupun keinginan. Yang namanya berutang, dana pinjaman tersebut tentu perlu dikembalikan di lain waktu, baik dengan cara sekali bayar ataupun mencicil.

Tidak hanya itu, hampir semua jenis pinjaman cepat pasti memiliki bunga yang membuat nominal dana yang harus dikembalikan oleh pihak peminjam lebih besar ketimbang dana pinjaman yang diajukannya.

Tergantung dari untuk apa dana pinjaman digunakan, utang memiliki 2 jenis, yaitu, utang produktif dan utang konsumtif. Keduanya tentu bisa memberikan dampak yang berbeda terhadap keuangan peminjam dan perlu disikapi dengan cara yang bijak pula. Nah, agar tak salah ambil keputusan saat akan berutang, simak perbedaan dari jenis utang produktif dan utang konsumtif berikut ini.

Utang Produktif

Sesuai namanya, utang produktif merupakan jenis yang digunakan atau dimanfaatkan untuk membeli aset maupun barang yang nilainya dapat naik di masa depan atau menambah pendapatan. Contoh sederhana dari utang produktif adalah Kredit Modal Kerja dan Kredit Usaha. Biasanya utang ini disebut sebagai utang sehat di beberapa kalangan masyarakat.

Walaupun memiliki manfaat, keputusan untuk mengajukan utang produktif tetap harus dilakukan dengan penuh pertimbangan dan perhitungan. Pasalnya, jika tak memperhatikan kondisi keuangan dan kemampuan bayar, jenis utang tersebut juga bisa membuat finansial berantakan dan berisiko menyebabkan kredit macet.

Upayakan nominal utang produktif masih terjangkau oleh keuangan dan tak sampai memberatkan arus kas atau cash flow. Dengan begitu, tabungan dan kebutuhan penting lainnya tetap mampu dipenuhi, serta tak memicu munculnya utang konsumtif. Agar tetap aman, pastikan rasio cicilan dari seluruh utang produktif tak lebih dari 30 persen penghasilan bulanan dan pikirkan manajemen risikonya.

Apabila terlihat ada potensi kesulitan membayar cicilan utang produktif dan berisiko mengalami kredit macet, Anda bisa mengajukan penataan kembali atau restrukturisasi kredit ke pihak pemberi pinjaman. Dengan melakukan hal tersebut, pihak pemberi pinjaman bisa memberikan keringanan agar tanggungan utang tetap bisa dilunasi oleh nasabahnya. Beberapa jenis keringanan yang diberikan antara lain, menurunkan tunggakan bunga pinjaman, memperpanjang tenor pelunasan, dan sebagainya.

Utang Konsumtif

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved