Breaking News:

Berita Pemprov Sumsel

Sekda Sumsel Sebut Festival Kulintang Berdampak Baik Bagi Ekonomi Masyarakat

Festival Kuliner Talang Kepuh (Kulintang) 2021 resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel SA Supriono, Minggu (13/12).

Humas Pemprov Sumsel
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel SA Supriono menutup Festival Kuliner Talang Kepuh (Kulintang) 2021, Minggu (13/12). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Festival Kuliner Talang Kepuh (Kulintang) 2021 resmi ditutup.

Dimana, festival dengan tema "Kenangan Masa Lalu" itu sukses digelar selama dua hari mulai 12 Desember 2021hingga 13 Desember 2021.

Penutupan festival Kulintang yang diinisiasi Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru serta dikemas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel itu dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel SA Supriono, Minggu (13/12).

"Festival ini merupakan upaya untuk menggali dan menghidupkan lagi potensi yang mungkin sempat terlupakan. Kita sangat mengapresiasi Ketua TP PKK Sumsel yang terus berupaya melestarikan budaya Sumsel ini," kata Supriono di sela penutupan festival tersebut.

Menurutnya, festival tersebut juga dilakukan agar dapat memantik semangat berbagai pihak untuk turut melestarikan kearifan lokal Sumsel.

"Upaya ini mengajarkan kita untuk tidak meninggalkan dan melupakan budaya yang telah kita miliki. Budaya yang kita miliki merupakan hal penting karena dapat menjadi potensi destinasi wisata yang sangat berharga, khususnya wisata kuliner Sumsel," ujarnya.

Dia menyebut, selain sebagai langkah mempertahankan budaya, festival Kulintang ini juga dapat berdampak pada ekonomi masyarakat.

"Tentu upaya ini membawa banyak dampak. Termasuk juga ekonomi. Masyarakat sangat terbantu," tuturnya.

Diketahui, Festival Kulintang tersebut menyajikan dengan berbagai macam kegiatan seperti kuliner khas Sumsel seperti pindang khas masyarakat Talang Kepuh, jajanan anak tempo dulu, permainan anak, pameran anggrek, dan berbagai macam lomba yang berkaitan dengan budaya masyarakat sebelum jaman modern saat ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal mengatakan, banyak potensi yang disajikan dalam festival tersebut yakni agrowisata, kuliner dan lainnya.

"Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengangkat potensi di kawasan Talang Kepuh ini. Festival ini juga menjadi wadah bagi masyarakat dalam memasarkan berbagai produk yang dihasilkan salah satunya kuliner pindang. Selama ini banyak masyarakat yang kebingungan untuk memasarkan produknya," katanya.

Melihat antusias masyarakat, lanjutnya, kedepan pihaknya akan terus menggelar kegiatan semacam ini.

"Kegiatan ini akan kita gelar lagi tahun depan dan tentu dengan kemasan yang lebih menarik lagi. Kita melihat masyarakat masyarakat sangat terbantu dengan festival ini. Semua dagangan masyarakat khususnya kuliner dan jajanan jaman bingen laku keras," pungkasnya.

Turut hadir, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel H Rosidin Hasan, Perwakilan Bank Sumsel Babel, dan sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Provinsi Sumsel (RIL)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved