Breaking News:

Berita Prabumulih

Dilaporkan Warga Karena Meresahkan, Belasan Anak Punk di Cambai Prabumulih Ditertibkan

Tim Gabungan mengamankan belasan anak punk yang kerap berkeliaran di kawasan Cambai Prabumulih.

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Belasan anak Punk diamankan tim gabungan di depan SPBU Cambai karena dinilai meresahkan dan menyebabkan kemacetan, Selasa (7/12/2021). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari


TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Dinilai menganggu pengguna jalan dan meresahkan masyarakat, sebanyak 15 anak punk ditertibkan oleh tim gabungan Kecamatan Cambai bersama Dinas Sosial (Dinsos), SatPol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polres Prabumulih, pada Selasa (7/12/2021).

Belasan anak punk tersebut diamankan ketika tengah mangkal dan meminta-minta di kawasan di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan SPBU Cambai Kecamatan Cambai kota Prabumulih.

Tidak hanya belasan anak punk tersebut, petugas juga mengamankan empat rat bike atau kendaraan modifikasi yang dijadikan rumah oleh anak funk.

Saat ditertibkan para anak punk sempat berusaha kabur namun berhasil dikejar dan diamankan petugas tim gabungan. Selanjutnya belasan pemuda pemudi yang sebagaian besar dari Lampung dan pulau Jawa itu dibawa ke Kecamatan Cambai kota Prabumulih untuk dilakukan pendataan.

Setelah dilakukan pendataan dan kendaraan dibersihkan dari kayu-kayu berbentuk pondok, para anak punk kemudian diarahkan untuk dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Benar tadi tim gabungan melakukan penertiban anak punk ada 15 orang, mereka meresahkan masyarakat karena sering meminta-minta dan memaksa anak-anak sekolah," ungkap Kasat Pol PP, Hartono ketika diwawancarai.

Hartono menuturkan, selain meminta-minta anak sekolah, para anak punk juga sering meminta pengendara dengan berdiri di tengah jalan sehingga membuat kemacetan, sering tidur di depan rumah dan warung warga sehingga membuat warga takut.

"Selain itu kendaraan mereka itu penuh sampah-sampah mengganggu pemandangan dan keindahan kota Prabumulih," katanya.

Hal yang sama disampaikan Camat Kecamatan Cambai, Mat Zainal yang menuturkan anak punk tersebut meresahkan masyarakat karena meminta-minta dan setelah dilakukan pendataan tidak ada satupun dari 15 anak punk itu berasal dari kota Prabumulih.

"Semuanya didata dan dibawa oleh Dinsos, sementara gerobak (kendaraan-red) yang penuh kayu dan barang rongsokan kita lepasi dari motor lalu kita memusnahkan dengan cara dibakar di halaman kantor Camat Cambai," katanya.

Zainal menuturkan, pihaknya sudah beberapa kali menertibkan dan mengimbau para anak punk tersebut namun masih saja mengulang serta tidak mengindahkan.

"Makanya kita bersama tim melakukan penertiban, karena sudah meresahkan, bikin macet, minta-minta dan merusak keindahan kota," tuturnya.

Baca juga: Viral Sepasang Muda-Mudi Terekam CCTV Curi HP di Prabumulih, Korban Lapor Polisi

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Prabumulih, Heriyanto melalui Kepala bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Firmansyah mengaku pihaknya mendata ada 15 anak funk terjaring razia.

"Dari 15 anak punk itu ada 1 orang perempuan dan mereka ini tidak ada yang berdomisi Prabumulih tapi dari luar daerah semua, dari pulau jawa dan Lampung," bebernya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved