Breaking News:

Dugaan Pelecehan Unsri

Selain Sempat Terancam Batal Yudisium, Satu Mahasiswi Unsri Juga Diduga Disekap di Toilet Kampus

Mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial F yang sempat nyaris batal mengikuti yudisium, diduga juga sempat mengalami penyekapan di toilet ka

TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI
Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sriwijaya (IKA- Unsri) membentuk tim advokasi guna mendampingi mahasiswi korban pelecehan oleh oknum dosen. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial F yang sempat nyaris batal mengikuti yudisium, diduga juga sempat mengalami penyekapan di toilet kampus. 

Peristiwa itu diungkap Ketua tim advokasi Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sriwijaya (IKA Unsri), M A Yan Iskandar kepada awak media. 
Yan menyebut, penyekapan itu terjadi tepat dihari prosesi yudisium yang digelar di aula fakultas ekonomi kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir pada Kamis (3/12/2021) pagi.  
"Dalam yudisium itu ada peristiwa penyekapan terhadap korban," Sabtu (4/12/2021) malam. 
F yang mengalami penyekapan, sekuat tenaga berteriak dan menggedor pintu toilet untuk meminta pertolongan. 
Teriakan itu lalu didengar oleh salah seorang dosen yang melintas dan langsung bergegas menolong F. 
Dikatakan, F nampak begitu ketakutan saat peristiwa tersebut terjadi. 
"Mendengar teriakan korban Ia pun bertanya siapa didalam, lalu korban yang mengenali suara dosen itu berteriak, pak tolong saya di sekap. Memang yang menolongnya itu adalah dosen," ujarnya.
Yan mengungkapkan, dugaan saksi, tindak penyekapan itu mengandung unsur kesengajaan. 
Sebab saksi melihat ada lima orang yang diduga sedang berjaga di depan toilet ketika peristiwa tersebut. 
"Waktu itu saksi melihat ada lima orang yang berjaga di depan toilet," ucapnya. 
Akan tetapi, Yan belum bersedia memberikan keterangan secara rinci perihal kronologi termasuk saksi dari peristiwa penyekapan itu. 
Namun menurut dia, tindakan yang dialami korban adalah bagian dari sebuah intimidasi. 
"Dalam kasus ini ada dua fakta hukum yang terjadi. Pertama, bahwa ada dugaan pelecehan mahasiswi yang dilakukan oknum dosen. Fakta kedua ada peristiwa penyekapan terhadap korban yang akan di yudisium. Oleh karenanya, kita akan kawal kasus ini. Harusnya pihak rektorat membuka diri agar ditemukan fakta sebenarnya terungkap," ujar dia. 
Untuk itu, IKA Unsri telah membentuk tim advokasi guna mendampingi mahasiswi korban pelecehan
oleh oknum dosen untuk mendapatkan keadilan dalam perkara tersebut. 
Sebab mereka menduga ada tindakan intimidasi dari oknum petinggi kampus kepada korban yang memutuskan untuk menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan perkara ini.
"Selain panggilan dari hati nurani selaku alumni Unsri, kami merasa harus membentuk ini karena kami menduga ada upaya menghalangi dan mengintimidasi korban yang memutuskan untuk menempuh jalur hukum," ujarnya. 
Mereka juga mendesak kepolisian dapat membawa kasus ini sampai ke persidangan. 
"Selain harusnya pihak rektorat membuka diri supaya fakta sebenarnya bisa terungkap," ungkapnya. 
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved