Breaking News:

Lokal BRIcerita

Keuntungan Jadi Agen BRILink, Kembangkan Usaha dari Pedagang Kain Sampai Toko Emas

Saidina Ali warga Dusun I Desa Air Itam Timur Kecamatan Penukal PALI merupakan salah seorang agen BRILink di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/REIGAN
Saidina Ali warga Dusun I Desa Air Itam Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) merupakan salah seorang agen BRILink di wilayah Bumi Serepat Serasan. 

TRIBUNSUMSEL.COM PALI - Saidina Ali warga Dusun I Desa Air Itam Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) merupakan salah seorang agen BRILink di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Menjadi Agen BRILink sejak Tahun 2016 lalu, membuat usaha yang digelutinya berkembang pesat dari keuntungan yang didapat pada tiap kali melakukan transaksi online.
Saidina Ali saat ini memiliki usaha Toko Emas yang sekaligus bisa melakukan transaksi via online dengan menggunakan mesin EDC yang pengoperasian transaksinya sangat mudah karena semua sudah tertera di menu transaksi.

Pada tiap kali transaksi melalui agen BRILink, ia bisa mendapatkan keuntungan tambahan, sehingga Saidina Ali bisa mengembangkan usahanya yang dulu hanya berdagang kain pakaian.

Saidina Ali yang dulunya berprofesi sebagai petani karet berkata bahwa ia memulai usahanya dengan berdagang dasar kain dan pakaian, seperti Batik dan kebaya sejak Tahun 2010 lalu.
Dimana, kala itu ia baru tercatat sebagai nasabah Bank BRI, sehingga bisa mengajukan pinjaman Dana KUR.

Kesempatan itu ia manfaatkan dengan adanya pengajuan pembiayaan dari pegawai BRI Kanca Prabumulih dengan nilai Rp 100 juta.

"Tahun 2010 Jadi Nasabah BRI, sehingga ada pinjaman untuk menambah modal. Pinjaman awal Rp100 juta. Melunasinyapun tepat waktu agar bisa pinjam lagi." Ungkap Saidina Ali, Rabu (1/12/2021).

Dengan catatan pembayaran pinjaman yang tak pernah ada tunggakan, membuat Saidina Ali ditawari menjadi Agen BRILInk Tahun 2016.

Mulanya, jelas Ali, diawal-awal menjadi agen BRILink sangat susah lantaran banyak warga sekitar tidak yakin dan belum terbiasa dengan transaksi online.

"Awal-awal sehari itu cuma ada 4-8 nasabah. Namun seiring berjalannya waktu kini dalam perbulannya bahkan ada ratusan nasabah bertransaksi sehingga bisa menambah penghasilan," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, sang Istri yang juga merupakan seorang guru SMA di Kecamatan Penukal bisa mencairkan bantuan yang diterima warga Penerima bantuan pangan non tunai, sehingga ratusan warga mencairkan di agen BRILink miliknya dalam tiap bulannya.

Kemudian, pada awal Tahun 2019 dengan keuntungan telah didapat menjadi agen BRILink sebelumnya, ia dan istri merubah usaha dari dagang pakaian menjadi pedagang perhiasan dan memiliki toko emas.

"Ingin mengembangkan usaha ini karena istri saya Tahun 2017 melahirkan. Jadi, tidak fokus untuk membuat pakaian, baik batik maupun kebaya. Kebetulan momennya harga emas sedang naik, jadi kami mengembangkan usaha dengan berdagang perhiasan dan Alhamdulillah bisa langsung untung," katanya.(reigan)

Baca berita lainnyalangsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved