Breaking News:

Sinergi PLN Rintis Kawasan Marine Edu-Ekowisata Berbasis Komunitas Masyarakat di Jenggalu Bengkulu

Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, PLN bersama Komunitas LATUN menggelar aksi penanaman bibit mangrove di kawasan Delta Jenggalu Bengkulu.

Editor: Vanda Rosetiati
HANDOUT PLN
Hari Menanam Pohon Indonesia, PLN bersama Komunitas Lestari Alam Laut untuk Negeri (LATUN), menggelar aksi penanaman bibit mangrove di kawasan Delta Jenggalu Kota Bengkulu, pada Senin (29/11/21). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BENGKULU - Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, PLN bersama Komunitas Lestari Alam Laut untuk Negeri (LATUN), menggelar aksi penanaman bibit mangrove di kawasan Delta Jenggalu Kota Bengkulu, pada Senin (29/11/21).

Aksi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu mewakili Gubernur Bengkulu, juga dihadiri oleh berbagai lembaga dan dinas, seperti: Lanal Bengkulu, Basarnas Bengkulu, BKSDA Bengkulu, DLHK Bengkulu, BPBD Kota Bengkulu, BPBD Provinsi Bengkulu, Universitas Bengkulu, BPDASHL Ketahun, Hipmi Bengkulu, Dinas Pariwisata Kota dan Provinsi Bengkulu, serta Camat dan Lurah setempat.

Manager PLN UP3 Bengkulu Hendra Irawan mengatakan, aksi tersebut merupakan upaya pelestarian lingkungan yang masuk pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN.

"PLN melalui program TJSL turut hadir dalam kelestarian lingkungan hidup. Jadi kegiatan ini merupakan upaya kita bekerjasama dengan Latun dan Pemprov Bengkulu untuk menjaga kawasan mangrove. Demi mencegah terjadinya abrasi air laut ke permukaan," kata Hendra.

Dirinya menjelaskan jika penanaman 2.000 bibit mangrove tersebut juga menggandeng masyarakat di seputaran Kampung Jenggalu, serta kalangan mahasiswa pecinta lingkungan di Kota Bengkulu. Hendra juga mengatakan bahwa PLN tidak hanya menanam bibit mangrove saja, namun pihaknya juga berupaya mengembangkan kawasan _Marine_ Edu-Ekowisata di Kampung Jenggalu Kito dengan terus melakukan sinergi bersama Latun.

"Harapannya kepada masyarakat dapat ikut berperan serta dalam mendukung pengembangan kawasan eco-edu wisata ini dengan ikut menjaga dan merawat lingkungan di Kampung Jenggalu Kito ini, serta ikut berpartisipasi dalam upaya konservasi kawasan mangrove ini," imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, Sorjum Ahyan yang hadir dalam kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang diinisiasi oleh PLN ini. Dirinya, mewakili Gubernur Bengkulu dan masyarakat juga mengapresiasi atas program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang dilakukan oleh PLN.

"Dengan adanya upaya konservasi ekosistem mangrove, kita berharap ini akan tumbuh dan bermanfaat. Bagi upaya pelestarian lingkungan, pencegahan abrasi dan juga nanti ini berkembang habitat hidup biota laut," ungkap Sorjum.

Terpisah, Direktur Eksekutif LATUN, Ari Anggoro mengatakan bahwa Lestari Alam Laut Untuk Negeri adalah perkumpulan resmi berbadan hukum yang peduli dalam upaya mengelola sumberdaya pesisir dan laut Indonesia secara berkelanjutan dan dilakukan secara partisipatif. Hal ini dilandasi oleh keprihatinan akan kondisi laut dan status masyarakat pesisir yang melakukan pemanfaatan wilayah pesisir dan laut secara bersama dengan berbagai kepentingan.

"Dibutuhkan berbagai Inisiatif strategis yang bisa mendorong dan mengharmoniskan berbagai aksi dan gerakan di lapangan yang selama ini masih terpisah, menjadi kontribusi kolektif anak bangsa untuk kelola pesisir dan laut Indonesia dengan lebih baik," ungkap Ari.

Didirikan pada 1 Maret 2018, LATUN memiliki visi sebagai mitra stategis dalam menginisiasi, mendorong, mengembangkan dan mengawal pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut dengan model pengelolaan secara berkelanjutan meningkatan kesejahteraan masyarakat lokal berdasarkan kondisi dan karakteristik wilayah di Indonesia, dan dilakukan secara partisipatif. Visi tersebut dituangkan dalam Program-program Strategis yang dilaksanakan, antara lain: LATUN MCEP ( _Marine conservation and education program_ , yaitu menginisiasi dan mengembangkan konservasi serta edukasi kawasan laut), LATUN MONITOR (pendataan komunitas kelautan dan perikanan di Indonesia), LATUN SIAGA (Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana), serta program-program yang mendorong kepedulian terhadap kawasan laut lainnya, seperti: LATUN Camp, LATUN Movie serta LATUN Maps.

Dengan sinergi antara PLN, LATUN dan Pemerintah Provinsi Bengkulu, diharapkan upaya konservasi kawasan pesisir dan laut yang menjadi tanggung jawab bersama ini dapat terselenggara dengan baik dan berkelanjutan. Serta, memberikan dampak positif bagi masyarakat dari meningkatnya ekonomi dari peluang-peluang bisnis yang muncul dan berkembang.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved