Breaking News:

Berita Polres Ogan Ilir

Mabes Polri Sosialisasikan Strategi Pencegahan Hoax Terkait Radikalisme dan Terorisme di Polres OI

Kombes Pol Irfing Jaya mesosialisasikan Strategi Pencegahan Berita Hoax Terkait Radikalisme dan Terorisme di Polres OI

Polres Ogan Ilir
Kabag Kajian Hukum dan HAM Bid PPITK STIK Lemdiklat Polri, Kombes Pol Irfing Jaya (kiri) dan Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy (kanan), berfoto bersama usai sosialisasi strategi pencegahan berita hoax terkait radikalisme dan terorisme, Senin (29/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Arus globalisasi yang begitu masif telah berdampak kepada gelombang baru kegiatan penyebaran berita hoax terkait radikalisme dan terorisme dalam dunia maya. 

Kekuatan radikalisme dan terorisme bergeser dari dunia nyata ke dunia maya untuk mempengaruhi, merekrut, merencanakan, membangun komunikasi bahkan meluncurkan kampanye ruang maya. 

Hal ini disampaikan Kabag Kajian Hukum dan HAM Bid PPITK STIK Lemdiklat Polri, Kombes Pol Irfing Jaya saat mengunjungi Mapolres Ogan Ilir. 

"Aktivitas penyebaran berita hoax terkait terorisme telah memiliki dampak yang luar biasa pada keberadaan dan pengalihan sumber daya ke pergerakan kelompok-kelompok radikal di Indonesia," kata Irfing pada kegiatan sosialisasi strategi pencegahan berita hoax terkait radikalisme dan terorisme, Senin (29/11/2021). 

Irfing melanjutkan, mengingat kekuatan gerakan radikal yang menyebabkan teror saat ini telah hancur dan tidak lagi utuh sebagai gerakan terorganisir yang masif. 

Maka dunia maya menjadi alternatif yang menjanjikan untuk membangun kekuatan kembali.

Dimana pelaku menyebut penyebaran berita hoax terkait jihad dan terorisme. 

"Oleh karenanya, maka Polri harus melakukan pencegahan penyebaran berita hoax terkait counter terorisme. Di samping juga kegiatan kontra radikalisasi untuk mencegah masyarakat yang rentan terkena pengaruh radikal," jelas Irfing. 

Di samping itu, perubahan pola dan aksi radikalisme dan terorisme tersebut, mendorong Polri untuk mengubah pendekatan dan proses pencegahannya. 

Upaya tersebut yakni dari pendekatan konvensional berubah menjadi pendekatan dunia maya dengan cara menguatkan kerja aparat kepolisian berbasis informasi teknologi. 

"Serta juga melakukan langkah-langkah untuk menekan sistem komunikasi pelaku penyebaran berita hoax terkait teroris dan melakukan counter di dunia maya," terang Irfing. 

Selain di Polres Ogan Ilir, Irfing juga akan mengunjungi Polres lainnya di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan yang dimulai tanggal 28 November lalu hingga 3 Desember mendatang. 

"Informasi yang kami terima, wilayah Sumatera Selatan relatif kondusif dari kabar hoax terkait radikalisme dan terorisme. Namun kami tetap melakukan sosialisasi strategi pencegahan," tandas Irfing. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved